Dasar pengawalan penggunaan DSO GW INSTEK GDS-2104A

img_20160903_192737.jpg

img_20160903_192816.jpg

img_20160903_192822.jpg

img_20160903_151119.jpg

Gambar 1. Pasang probe dan sesuaikan warna pengenal

img_20160902_19514001.jpg.jpegGambar 2. Ubah dan sesuaikan faktor pelemahan pada probe (1x atau 10x).

img_20160903_151249.jpgGambar 4. Pasang ground pada probe untuk memulai pemeriksaan operasi dasat sistem DSO.

img_20160903_151312.jpgGambar 5. Pasang kedua tip dari probe untuk pembacaan sinyal, pada posisinya.


Gambar 6. Hidupkan sistem dengan menekan tombol pada bagian kiri bawah DSO.

img_20160903_151358.jpgGambar 7. Proses booting.

img_20160903_152811.jpgGambar 8. Perhatikan letak dan penamaan tombol-tombol untuk operasi DSO.


Gambar 9. Tombol Autoset ada di bagian kanan atas.

img_20160903_152352.jpgGambar 10. Keterangan pada layar, indikasi proses Autoset sedang berlangsung.

img_20160903_152357.jpgGambar 11. Proses Autoset selesai.

img_20160903_152616.jpgGambar 12. Hasil proses “kalibrasi”.

Masukkan USB flashdisk seperti pada Gambar 9.

img_20160903_152052.jpgGambar 13. Normalnya ada indikator bahwa flashdisk telah terdeteksi.

img_20160903_152113.jpgGambar 14. Jika USB flashdisk dicabut, indikator ini akan muncul.

DS0017Gambar 15. Setelah menekan tombol Save Recall (lihat Gambar 9), muncul tampilan berikut.

DS0018Gambar 16. Atur file format, pilihlah format PNG.

DS0019Gambar 17. Jika ink saver diaktifkan maka tampilan pada file yang disimpan akan seperti ini.

Tampilan seperti pada Gambar 17 berguna untuk menghemat tinta pada laporan yang akan dicetak di kertas. Jika menggunakan laporan format digital (file) sebaiknya fasilitas ink saver ini tidak dipakai, gunakan latar hitam.

Untuk menyimpan tampilan ke dalam USB flashdisk dalam format gambar (PNG), tekan tombol hardcopy seperti terlihat pada Gambar 9.

DS0023Gambar 18.

Tekan tombol channel (misal CH1 atau CH2) untuk mengubah skala perhitungan nilai sinyal berdasar faktor pelemahan (lihat Gambar 18).

DS0024Gambar 19. Terlihat faktor pelemahan (attenuation) sebesar 1x.

DS0025Gambar 20. Ubah faktor pelemahan menjadi 10x, jika diperlukan.

DS0020Gambar 21. Tekan tombol Menu pada kolom TRIGGER (lihat kembali Gambar 9).

DS0021Gambar 22. Jika diperlukan ubah sumber pemicuan (trigger source), misalnya sumber awal adalah CH1.

DS0022Gambar 23. Sebagai contoh jika panduan meminta praktikan menggunakan AC Line.

Untuk bacaan lanjut dan acuan pengoperasian DSO GW INSTEK GDS-2104A silakan membaca dua dokumen berikut:

Cara melakukan signal filtering pada DSO GW INSTEK GDS-2104A

Update

Tulisan ini adalah salinan dari tulisan saya pada blog yang lama, pikirsa.wordpress.com.


 

Gambar 1. Unwanted signal.

Kadang-kadang untuk memperoleh kejelasan tampilan, kita perlu membuang unwanted signal alias noise dari kurva data. Beberapa oscilloscope memiliki fasilitas ini untuk kita manfaatkan.

Gambar 2. DSO GW INSTEK GDS-2104A

GDS-2104A memiliki 4 kanal (channel) masing-masing dapat diatur dengan tombol seperti tombol #1 dan #2. Fasilitas Autoset (tombol #3) dapat dipergunakan untuk membiarkan DSO mencoba melakukan pengaturan secara otomatis dan mencoba memberikan tampilan sinyal terukur yang paling baik. Dengan fasilitas ini volt/div dan time/div diatur oleh software DSO. Tombol #4, Run/Stop memudahkan untuk pengguna antara lain untuk mendapatkan gambar yang stabil untuk disimpan. Tombol #5 berguna untuk mendapatkan hasil single shot saat terpicu (triggered). Tombol (knob) #6 adalah tombol pengaturan time/div dengan cara diputar.

Gambar 3. Bagian panel muka dari GDS-2104A

Untuk mengakses menu pengaturan tapis (filter), pertama, tekan tombol acquire yang terletak dekat tombol autoset, pada Gambar 3. Lalu akan muncul menu seperti terlihat di Gambar 4.

DS0007Gambar 4. Menu Digital Filter

Pada tampilan menu DSO, seperti Gambar 4, tekan tombol tepat di bawah tulisan Mode Sample (tanda #1). Lihat tombol yang sesuai pada Gambar 2 (ditandai dengan kotak merah horizontal). Setelah menu vertikal muncul, tekan tombol yang berada tepat di sebelah tulisan Digital Filter (tanda #2 pada Gambar #4), pada Gambar 2 (ditandai dengan kotak merah vertical). Lalu atur nilai batas penapisan dengan menggunakan variable knob, yang terletak antara tombol hardcopy dan measure, pada Gambar 3. Putarlah hingga tampilan kurva menjadi jelas sesuai yang diinginkan. Tentu semakin rendah nilai frekuensi filtering yang ditetapkan akan semakin banyak data frekuensi tinggi yang dibuang.

Gambar 5. Contoh hasil penapisan

Pada Gambar 5, ditampilkan contoh hasil filtering dengan batas frekuensi 50 KHz, ini nilai terendah pada percobaan ini, pada konfigurasi lain nilainya dapat diatur berbeda. Misalnya nilai terendah penapisan bergantung pada nilai time/div pengukuran. Juga, hati-hati untuk tidak memberikan nilai filter yang terlalu rendah, sebab berpotensi untuk merusak juga sinyal yang sesungguhnya merupakan data yang kita ukur. Mulailah dari nilai frekuensi filter yang paling rendah lalu naikkan sampai nilai tertinggi yang hasil keluaran gambar gelombangnya masih dalam batas toleransi, tidak teralalu mengandung noise. Hasil filtering pada Gambar 5 bisa dibandingkan dengan Gambar 1 dan Gambar 4.

DS0031Gambar 6.

DS0037Gambar 7.