Penggunaan Eclipse Neon sebagai IDE untuk mikrokontroler STM32

neon01

Tulisan ini masih dalam rangka babat alas. Menurut cerita zaman dahulu, awal dari pembangunan sebuah desa adalah dengan menebang pepohonan di sebuah hutan. Baru kemudian desa dibangun bertahap. Filosofi yang sama yang saya anut dalam tinkering mikrokontroler dengan arsitektur ARM Cortex seperti Tiva C maupun keluarga STM32. Tahap pertama adalah mencoba memastikan sistem perangkat keras berfungsi baik, setidaknya untuk fungsi dasar yang relatif mudah untuk diperiksa. Seiring dengan itu saya mengatur perangkat lunak yang diperlukan untuk kelak bekerja dengan perangkat keras yang ada. Termasuk dalam tahap ini adalah kegiatan mencoba-coba software untuk bisa melakukan evaluasi singkat (awal) mengenai kesesuaiannya untuk dipergunakan.

Jika pada beberapa post sebelumnya saya mengungkapkan penggunaan IDE SW4STM32, maka kali ini saya mencoba pendekatan yang lain. Sekalipun masih menggunakan dasar Eclipse IDE tetapi kali ini instalasi plugin untuk bekerja dengan ARM dilakukan secara manual. Yang saya pergunakan adalah Eclipse Neon, yang instalasi yang sama juga saya pakai untuk pemrograman MSP430 dan Atmel AVR. Jadi satu instalasi IDE untuk tiga jenis arsitektur mikrokontroler.

neon02Gambar 1. [Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan]

Situs utama sumber program dan panduan instalasi untuk pengaturan ini berasal dari: http://gnuarmeclipse.github.io/.

neon04Gambar 2. [Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan]

neon03Gambar 3. [Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan]

Ikuti panduan instalasi di link ini (berlaku juga untuk Eclipse Neon): http://gnuarmeclipse.github.io/plugins/install/ . Panduan singkat di bawah ini terutama sekali mengacu pada tutorial di halaman ini >> http://gnuarmeclipse.github.io/tutorials/blinky-arm/ . Perbedaannya adalah bahwa pada panduan ini saya menyesuaikannya untuk sistem microcontroller board STM32F103C8T6.

Sebelum melanjutkan tahapan proses pembuatan program C++ untuk ARM Cortex yang baru ada beberapa paket yang perlu diinstalasi terlebih dahulu. Tutorial yang lengkap mengenai hal ini dapat dibaca di: http://gnuarmeclipse.github.io/plugins/packs-manager/.  Gambar 4a memperlihatkan Packs perpective.

neon20Gambar 4a. [Klik gambar untuk memperbesar].

Setelah paket-paket yang diperlukan terinstal dengan baik seperti di Gambar 4a, maka pengguna dapat mulai membuat program contoh led berkedip seperti di Gambar 4b.

neon05Gambar 4b. Pembuatan programC++, pilih File >> Project.

neon06Gambar 5.

neon07Gambar 6.

neon08Gambar 7.

neon09Gambar 8.

neon10Gambar 9.

Pada Gambar 9, pada Toolchain path saya mengisinya dengan nama direktori gccarmbin. Ini adalah penamaan direktori bebas yang saya lakukan, tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah ini di dalam direktori tersebut. Compiler dan bagian dari toolchain lainnya dapat diperoleh dari: https://launchpad.net/gcc-arm-embedded. File yang terkompres dari situs bisa diekstrak kedalam sebuah direktori. Sebagai contoh saya meletakkannya di dalam direktori gccarmbin.

neon11Gambar 10. Pilih Window>>Preferences>>OpenOCD.

Jalankan terlebih dahulu perintah Build untuk menghasilkan file *.elf. Kemudian pilih  tanda panah kecil ke bawah di sampirg gambar bug (kutu) pada toolbar, kemudian pilih “Debug Configurations” seperti pada Gambar 11.

neon12Gambar 11.

neon13Gambar 12. Isikan letak file .elf melalui {1}.

neon15Gambar 13. [Klik gambar untuk memperbesar].

Perhatikan nomor port untuk GDB dan Telnet. Untuk isian “Config options”, mengacu pada letak file konfigurasi OpenOCD untuk menggunaan ST-LINK. Sengaja saya taruh di direktori lain agar lebih sulit untuk terhapus. Penamaan file bebas dan isinya sebagai berikut:

neon16Gambar 14.

neon17Gambar 15.

neon18Gambar 16.  Pengawalan proses debugging berhasil.
[Klik gambar untuk memperbesar tampilan.]

Di Gambar 16 dapat dilihat proses pengawalan debugging berhasil dilakukan. Untuk konfigurasi ini saya tidak perlu mempergunakan OpenOCD di terminal eksternal. Setelah proses debugging dengan melakukan klik pada icon bug di toolbar OpenOCD akan dipanggil dan diaktifkan secara otomatis (Gambar 16).

neon19Gambar 17. Debug perspective [klik gambar untuk memperbesar tampilan].

neon21Gambar 18. Untuk debugging dan programming menggunakan papan μC STM32F103C8T6 dengan indikator led PC13, ganti pin number.

Untuk memanfaatkan peripherals registers view pengguna dapat membaca dan mengikuti petunjuk pada: http://gnuarmeclipse.github.io/debug/peripheral-registers/.

Sedangkan untuk cara menghapus isi program dan melakukan pemrograman ulang mikrokontroler dengan menggunakan fasilitas external tools sama dengan pengaturan untuk SW4STM32, keduanya berbasis Eclipse, dan telah diungkapkan di sini.

Kalau diperhatikan, cara menulis program di sini agak berbebeda dengan cara memanfaatkan HAL yang dimanfaatkan lewat STM32CubeMX. Wawasan singkat dan tutorial mengenai ini dapat dipelajari di sini: Build STM32 applications with Eclipse, GCC and STM32Cube.

 

Konfigurasi external tools configurations pada SW4STM32 untuk st-flash

Catatan ini dalah bagian terakhir dari rangkaian catatan pengenalan dan tutorial mengenai penggunaan STM32CubeMX dan SW4STM32 untuk pemrograman mikrokontroler STM32. Sebagai contoh, dalam rangkaian tulisan ini dipergunakan papan sistem mikrokotroler STM32F103C8T6. Di bagian pertama dari rangkaian tutorial adalah pengenalan terhadap program STM32CubeMX. Bagian kedua memaparkan bagaimana melakukan konfigurasi pada STM32CubeMX sehingga hasilnya sesuai untuk keperluan debugging. Kemudian pada bagian ketiga diungkapkan cara instalasi dan inisiasi program SW4STM32. Bagian keempat memaparkan tahap-tahap yang perlu dilakukan untuk proses debugging.

Di bagian akhir ini akan saya coba ungkapkan catatan mengenai cara melakukan konfigurasi sehingga pengguna dalam melakukan flashing mikrokontroler dapat melakukannya “dari dalam” SW4STM32.

znap01Gambar 1.

znap02Gambar 2.

Pada Gambar 1 dan Gambar 2 terdapat pilihan berupa st-flash write dan st-flash erase. Keduanya harus dibuat sendiri oleh pengguna melalui fasilitas External Tools Configurations, seperti pada Gambar 2. Pilih New pada bagian yang saya tandai dengan kotak berwarna merah. Di sampingnya terdapat beberapa pilihan yang mungkin suatu saat akan diperlukan, silakan diperiksa sendiri. Pada {1} adalah tab Main dan didalamnya diisikan parameter yang sesuai. Misalnya pada {2}, isikan path ke arah letak program st-flash di dalam sistem komputer penguna. Lalu pada {3} arahkan target yang sesuai, biasanya yang dipakai untuk memprogram mikrokontroler adalah yang berasal dari ./Release, yang merupakan versi final. Tetapi dapat juga berasal dari hasil kompilasi pada direktori Debug seperti contoh saya pada Gambar 3.

znap03Gambar 3.

znap04Gambar 4.

znap06Gambar 5.

znap07Gambar 6.

Setelah tahap ini, pengguna dapat memilih mode operasi seperti terlihat pada Gambar 1 atau Gambar 2. Pengguna bisa memilih untuk menghapus atau melakukan pemrograman ke mikrokontroler anggota keluarga STM32. Jika operasi erase atau pemrograman ulang gagal dilakukan, bisa dicoba dengan melakukan erase dan reset pada posisi jumper seperti pada Gambar 7.

wp-1472127176031.jpegGambar 7.

Mengembalikan jumper ke posisi semula untuk mode operasi (running) dan pemrograman normal seperti Gambar 8.

wp-1472023019498.jpegGambar 8.

Debugging STM32F103C8T6 menggunakan SW4STM32 + OpenOCD + STLINK

Ini adalah bagian keempat mengenai penggunaan SW4STM32. Bagian sebelumnya telah disebutkan di tulisan ini. Setelah sebelumnya berhasil melakukan instalasi SW4STM32, di sini akan diungkapkan catatan mengenai bagaimana mempergunakannya untuk proses debugging.

Untuk kelancaran proses berikutnya; lakukan terlebih dahulu instalasi ST-Link V2 dan OpenOCD. Instalasi perangkat lunak untuk ST-LinkV2 sudah dibahas di tulisan sebelumnya [link].  Untuk OpenOCD pun proses instalasinya umumnya tidak terlalu sulit, terutama untuk sistem berbasis Microsoft Windows. Untuk sistem GNU/Linux setelah mengunduh file instalasinya di link ini, maka lakukan proses berikut:

cd ~/openocd-0.9.0
sudo ./configure
sudo make
sudo make install

Kembali ke SW4STM32:

OCDdebug001Gambar 1. Awal pengaturan untuk debugging.

OCDdebug002Gambar 2.

Jika cara seperti pada Gambar 1 dan Gambar 2 menghasilkan pesan keesalahan, maka cobalah cara seperti Gambar 3.

OCDdebug003Gambar 3.

OCDdebug004Gambar 4. Pada proses debugging untuk pertama kali, diperlukan pengaturan seperti ini.

OCDdebug005Gambar 5.

OCDdebug006Gambar 6.

OCDdebug007Gambar 7. Scroll ke bawah hingga seperti pada Gambar 8.

OCDdebug008Gambar 8.

OCDdebug009Gambar 9.

Selain mempergunakan konfigurasi Ac6, pengguna bisa juga mempergunakan cara debugging lain seperti pada Gambar 10.

OCDdebug010Gambar 10.

OCDdebug011Gambar 11.

OCDdebug012Gambar 12.

OCDdebug013Gambar 13.

OCDdebug014Gambar 14.

OCDdebug015Gambar 15.

Nah sekarang pengguna sudah memilki dua konfigurasi debugging yang siap dipergunakan. Tetapi sebelum melakukan mencoba upaya debugging dengan bantuan OpenOCD + STLINK, perlu dilakukan perubahan kode uji. Gambahkan di bagian endless loop dengan kode uji coba blinking led:

Hubungkan dongle ST-LINK V2 ke port USB di komputer.

wp-1472023019498.jpegGambar 16.

Lalu aktifkan OpenOCD dengan baris perintah berikut (sesuaikan letak file dengan konfigurasi di komputer pengguna):

$ reset; openocd -f ~/openocd-0.9.0/tcl/interface/stlink-v2.cfg -f ~/openocd-0.9.0/tcl/target/stm32f1x.cfg

Saat aktif OpenOCD pada terminal seperti pada Gambar 17.

OCDdebug016Gambar 17. OpenOCD menunggu koneksi.

Jika nanti dengan konfigurasi standard yang diatur oleh SW4STM32 gagal berfungsi dengan baik, salah satu upaya solusi adalah dengan membuat file konfigurasi baru yang akan diacu oleh setting dalam SW4STM32. Konfigurasi dalam file STM32F103SW.cfg yang perlu diganti (di dalam file lain) adalah: reset_config srst_nogate.

Jika papan mikrokontroler STM32F103C8T6 tidak dapat diprogram atau di-debug, salah satu cara adalah dengan melakukan erase. Ubah posisi jumper seperti pada Gambar 18.

wp-1472127176031.jpegGambar 18.

Lalu seperti pada Gambar 19 perintah erase dapat dilakukan setelah tombol reset pada papan ditekan dalam keadaan konfigurasi jumper seperti pada Gambar 18.

OCDdebug017Gambar 19. st-flash erase

Ok, sekarang kembali ke Gambar 16, diasumsikan semua kondisi normal dan posisi jumper sudah kembali ke posisi seperti pada gambar. Dilanjutkan pada posisi monitoring seperti pada Gambar 17. Maka proses debugging siap dilakukan dari dalam SW4STM32.

OCDdebug018Gambar 20.

Pada pilihan konfigurasi seperti pada Gambar 20, debugging terkadang dapat saya lakukan tanpa perlu melakukan aktifasi OpenOCD eksternal. Tetapi untuk amannya maka tetap pergunakan OpenOCD eksternal.

OCDdebug019Gambar 21. [Klik gambar untuk memperbesar tampilan]

Hal  yang sama juga diperoleh jika mempergunakan konfigurasi GDB Hardware Debugging.

Berikut adalah video singkat proses uji debugging.

Instalasi AC6 SW4STM32 untuk pemrograman ARM Cortex-M3 STM32F103

Catatan ini adalah bagian ketiga dari catatan rangkaian proses penyusunan program untuk mikrokontroler keluarga STM32: STM32F103C8T6. Mikrokontroler ini dibangun berdasar arsitektur prosesor 32-bit ARM Cortex-M3, yang lebih komplex daripada kelompok 8-bit (MCS51, Armel AVR) dan 16-bit (MSP430). Karena kompleksitas itulah proses pengerjaannya pun berbeda dari keluarga mikrokontroler lainnya.

Pada bagian pertama dari rangkaian tulisan ini, telah diperkenalkan aplikasi/program komputer yang dibuat oleh STMicroelectronics, yaitu STM32CubeMX. Dalam catatan itu juga telah diungkapkan cara membaca arti dari penamaan mikrokontroler STM32. Dengan cara itu telah bisa didapatkan kode awal (initialization code) yang bisa dipergunakan untuk melakukan pemrograman pada (misalnya), seri STM32F103. Kode yang dikembangkan dapat berfungsi baik jika dimuat ke dalam mikrokontroler. Tetapi jika programmer perlu untuk melakukan debugging maka pengaturan itu belum lah cukup. Jika dipaksakan untuk dipergunakan maka akan menghasilkan kesalahan.

Diperlukan perbaikan pada konfigurasi dengan SW4STM32. Saya sendiri perlu waktu untuk menemukan akar masalah, penyebab kesalahan pada saat debugging. Perlu uji coba berulang kali sendiri dan penelusuran pengalaman oleh orang lain yang sudah pernah mencoba. Suatu saat akan coba saya ungkapkan sebagai bagian dari pelajaran bersama. Catatan konfigurasi yang sukses dipakai untuk keperluan debugging itu sudah saya ungkap melalui tulisan di ini, yang merupakan bagian kedua dari rangkaian tulisan.

Untuk bagian ketiga ini saya akan coba mengungkap catatan tentang penggunaan SW4STM32 untuk pemrograman dan debugging.

sw4stm32f001Gambar 1.

SW4STM32 adalah singkatan dari System Workbench for STM32, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1. Pada dasarnya SW4STM32 adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) yang dibangun di atas IDE Eclipse. Ini hampir mirip dengan salah satu implementasi PlatormIO yang dibangun dengan menggunakan text editor Atom. Dari menu Help dapat terlihat versi Eclipse yang dipergunakan, seperti pada Gambar 2. Dengan catatan tentu setiap pembaruan versi SW2STM32 akan ada kemungkinan bahwa versi Eclipse IDE juga akan berubah.

sw4stm32f002Gambar 2. Versi Eclipse IDE yang dipergunakan sebagai dasar dari SW4STM32

sw4stm32f003Gambar 3. Versi SW4STM32 yang saat ini saya pergunakan.

Saya dapat memberikan langsung tautan ke halaman untuk melakukan pengunduhan progaram SW4STM32, tetapi akan lebih bagus jika prosesnya dimundurkan sedikit lebih jauh. Bagaimana mencari melalui kata kunci di layanan mesin pencari Google.

sw4stm32f004Gambar 4.

Dari situs STMicroelectronics, dapat ditemukan keterangan singkat yang baik mengenai SW4STM32. Intinya program SW4STM32 tidak dibuat oleh STMicroelectronics, melainkan oleh pihak ketiga yaitu AC6. Sedangkan software dan layanan yang berikaitan dengannya di www.openstm32.org. Untuk mendapatkan akses ke layanan download maupun panduan instalasi, pengguna perlu terlebih dahulu melakukan registrasi di situs openstm32, sebagaimana terlihat di Gambar 6.

sw4stm32f005Gambar 5.

sw4stm32f006Gambar 6.

Di halaman http://www.openstm32.org/Downloading+the+System+Workbench+for+STM32+installer dapat ditemui pilihan instalasi untuk sistem Windows / Mac OS/X / GNU/Linux. Ada beberapa informasi yang cukup penting di halaman tersebut, berkenaan dengan proses instalasi, misalnya konsisi saat perlu dilakukan perintah:

sudo apt-get install libc6:i386 lib32ncurses5

SW4STM32 juga membutuhkan tersedianya Java, pada saat saya menulis ini yang diperlukan adalah minimal JavaRE 7. Panduan instalasi Java bisa dicari di sini.

sw4stm32f007Gambar 7.

Gambar 7, hasil screenshot halaman panduan instalasi memberikan keterangan yang penting mengenai instalasi pada Ubuntu 12.04. Pada sistem saya, SW4STM32 masih dapat berfungsi dengan baik:

Linux pengguna 3.16.0-38-generic #52~14.04.1-Ubuntu SMP Fri May 8 09:43:57 UTC 2015 x86_64 x86_64 x86_64 GNU/Linux

Kadang-kadang akses ke Properties >> C/C++ Build >> Settings memerlukan waktu yang sangat lama. Di sistem GNU/Linux Ubuntu atau turunannya salah satu solusi yang saya coba dan berhasil dipergunakan adalah yang berasal dari tutorial ini >> [link]. Untuk konfigurasi desktop entry (icons) /home/rumahku/Desktop/sw4stm32_shortcut.desktop.

env UBUNTU_MENUPROXY=0 SWT_GTK3=0

 

Gambar 8. SW4STM32 saat pertama kali dipergunakan

Untuk melakukan progrograman atau debugging pada hasil konfigurasi awal yang diperoleh sebelumnya dari kegiatan yang telah saya catatkan di halaman ini dan halaman ini, pengguna perlu melakukan impor seperti terlihat pada Gambar 9.

sw4stm32f009Gambar 9.

sw4stm32f010Gambar 10.

sw4stm32f011Gambar 11. Melakukan import kode dasar yang dihasilkan oleh STM32CubeMX

sw4stm32f012Gambar 12. Pengujian pertama kali kode dasar (tanpa perubahan kode)

sw4stm32f013Gambar 13. Hasil dari perintah build.

Penggunaan SW4STM32 untuk kegiatan debugging dan pemrograman pada hardware mikrokontroler, akan dibahas di lain catatan.

Mempersiapkan program STM32F103C8T6 dengan mempergunakan STM32CubeMX

ztm32N01image credit: http://www.st.com/resource/en/data_brief/stm32cubemx.pdf

Sebagaimana telah diperkenalkan pada artikel yang lalu, STM32CubeMX memang terbukti benar-benar mempermudah pekerjaan para professional embedded developer maupun upaya belajar bagi yang baru memulai. Ada beberapa pengaturan yang diperlukan yang akan ditemui sepanjang proses belajar untuk memaksimalkan penggunaan STM32CubeMX. Salah satu contohnya adalah pengaruh konfigurasi yang dihasilkan (generated) oleh STM32CubeMX pada proses debugging dengan menggunakan OpenOCD. Secara default STM32CubeMX akan mematikan (disable) kemampuan debugging pada mikrokontroler STM32F103C8T6 yang sedanga dikonfigurasi. Jika ini tidak diubah maka proses debugging  mikrokontroler STM32F103C8T6 dengan OpenOCD melalui ST-Link V2 (clone) akan terganggu dan menimbulkan kesalahan.

ztm32N03Gambar 1.

Gambar 1 menampilkan konfigurasi awal dan tanda panah merah menunjukkan peripheral SYS  yang perlu diatur ulang dari nilai asalnya. Nilai yang perlu diubah ditampilkan pada Gambar 2.

ztm32N04Gambar 2.

ztm32N05Gambar 3.

Agar proses debugging mikrokontroler STM32F103C8T6 dengan OpenOCD dan ST-Link V2 dapat berjalan lancar, pengguna bisa memilih mode debug Serial Wire pada peripheral SYS, sebagaimana pada {1} di Gambar 3.

ztm32N06Gambar 4.

Setelah melakukan konfigurasi untuk proses debug pada seperti pada Gambar 3, proses dapat dilanjutkan dengan melakkan konfigurasi pada semua bagian lain yang diperlukan. Misalnya dalam mempelajari STM32 menggunakan papan μC STM32F103C8T6 yang murah meriah, pengguna perlu melakukan konfigurasi ulang pada pin PC13. Pin tersebut terhubung dengan satu led berwarna merah yang sangat mudah dijadikan bahan awal belajar maupun sebagai salah satu penanda proses (termasuk untuk debugging). Hasilnya seperti yang terlihat di Gambar 4, sedangkan untuk proses pengerjaannya dapat dibaca pada post sebelumnya di sini.

wp-1472023019498.jpegGambar 5. Papan sistem μC STM32F103C8T6 yang relatif murah sebagai sarana belajar.

Hasil konfigurasi STM32CubeMX yang berhubungan dengan debugging  yang telah diungkapkan dapat dilihat di dalam file stm32f1xx_hal_msp.c seperti yang terlihat di Gambar 6.

ztm32N07Gambar 6.

Baris kode yang benar yang memungkinkan dilakukannya proses debugging yang telah diatur dengan STM32CubeMX, yang teradapat di file stm32f1xx_hal_msp.c adalah:

__HAL_AFIO_REMAP_SWJ_NOJTAG();

Atau seperti bisa dilihat pada Gambar 7 pada baris ke 75. Baris ke 73 adalah kode yang dihasilkan secara default oleh CubeMX, kode ini akan menghasilkan kesalahan dalam proses debugging dengan menggunakan OpenOCD+ST-Link V2(+GDB). Kode pada baris ke 74 adalah untuk konfigurasi dengan JTAG 4 pin.

ztm32N08Gambar 7.

ztm32N09Gambar 8. [Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan]

Gambar 8 menampilkan proses debugging yang benar dengan mempergunakan konfigurasi seperti yang terlihat pada Gambar 7 (debug enabled). Sedangkan pada Gambar 9, terlihat kesalahan yang terjadi jika masih menggunakan kode default: __HAL_AFIO_REMAP_SWJ_DISABLE. Pesan kesalahan dari OpenOCD:

Error: jtag status contains invalid mode value - communication failure
Polling target stm32f1x.cpu failed, trying to reexamine
Examination failed, GDB will be halted. Polling again in 100ms
Info : Previous state query failed, trying to reconnect

ztm32N10Gambar 9. Bukti tampilan kesalahan debugging STM32F103C8 sebagai akibat dari salah konfigurasi pada STM32CubeMX

Video singkat cuplikan contoh stepping pada proses debugging.

Mengenal STM32CubeMX untuk mempelajari ARM Cortex

stm32cubemx027

Dalam mempelajari penggunaan dan pemanfaatan mikrokontroler dengan inti ARM Cortex, sejauh ini, saya setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa arsitektur ini complex. Bila dibandingkan dengan keluarga MCS51 (8051) seperti Atmel AT89C/AT89S, keluarga AVR (ATmega*/ATtiny*), keluarga TI MSP430 atau bahkan keluarga STM8. Perbandingan bisa dilakukan dari berbagai sisi, dan mungkin akan saya coba di lain waktu jika ada kesempatan.

Untuk saat ini saya akan mengusahakan untuk dapat menuliskan catatan mengenai STM32CubeMX yang merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh STMicroelectronics. Aplikasi ini sangat membantu upaya untuk mempelajari penggunaan mikrokontroler ARM Cortex seperti STM32F103C8T6 (STM32). Berbeda dengan arsitektur 8-bit dan 16-bit yang sebelumnya populer, arsitektur 32-bit dari ARM ini memerlukan usaha lebih untuk dikonfigurasi. Tantangan untuk menghemat sumberdaya energi dan waktu bagi para profesional ini sepertinya dipahami oleh STMicroelectronics. Efek baiknya (kemudahan melakukan konfigurasi) juga dapat dirasakan oleh mereka yang baru belajar, seperti saya. Menurut STMicroelectronics sendiri sebagai berikut:

STM32CubeMX is part of STMicroelectronics
STMCube™ original initiative to ease developers
life by reducing development efforts, time and
cost. STM32Cube covers STM32 portfolio.

STM32Cube includes the STM32CubeMX which
is a graphical software configuration tool that
allows generating C initialization code using
graphical wizards.

It also embeds a comprehensive software
platform, delivered per series (such as
STM32CubeF4 for STM32F4 series). This
platform includes the STM32Cube HAL (an
STM32 abstraction layer embedded software,
ensuring maximized portability across STM32
portfolio), plus a consistent set of middleware
components (RTOS, USB, TCP/IP and graphics).

Singkatnya, dengan aplikasi/program komputer STM32CubeMX ini pengguna yang baru belajar dimungkinkan untuk segera memulai tahapan belajarnya dengan lebih mudah. Misalnya waktu untuk mendapatkan kerangka yang lengkap dari program “led berkedip” menjadi jauh lebih singkat. Berbagai kerumitan konfigurasi dapat kemudian dipelajari secara bertahap. Keluarga mikrokontroler STM32 (32-bit) yang berbasis pada ARM Cortex ini cukup dikenal sebagai keluarga mikrokontroler yang kurva belajarnya curam, alias perlu usaha extra (steep learning curve).

Untuk keperluan belajar maka tidak seluruh kemampuan STM32CubeMX perlu diungkap di sini. Hanya yang benar-benar dipergunakan untuk menghasilkan kode program yang sederhana saja yang akan dituliskan.

DOWNLOAD

Pertama kali program STM32CubeMX dapat diunduh di sini: link atau di sini. Yang pernah saya lakukan, hasilnya berupa file en.stm32cubemx.zip. Kemudian file  ini kemudian perlu di ekstrak oleh pengguna ke direktori yang nanti akan menjadi direktori tetap (buka instalasi) dari program ini, seperti terlihat di Gambar 1.

stm32cubemx001Gambar 1.

PENGGUNAAN

Pengguna bisa membuatkan icon di desktop seperti pada Gambar 2.

stm32cubemx002Gambar 2.

Untuk menghasilkan icon ke aplikasi STM32CubeMX dapat menggunakan konfigurasi berikut:

Dengan konfigurasi ini, untuk memanggil aplikasi pengguna cukup melakukan doble-click pada icon STM32CubeMX.

Gambar-gambar berikut dapat diperbesar dengan melakukan klik pada gambar.

stm32cubemx003Gambar 3.

stm32cubemx004Gambar 4

Pengguna bisa memilih berdasarkan MCU [1] atau memilih berdasarkan papan sirkuit [2], seperti Gambar 4.

stm32cubemx005Gambar 5. Memilih berdasarkan tipe papan sirkuit (sistem).

Misalkan pengguna sudah memiliki board produksi ST, maka sebagaimana terlihat pada Gambar 5 yang perlu dilakukan adalah membatasi jumlah tampilan dengan memilih “Type of Board”. Ini terutama bermanfaat jika item yang muncul berjumlah banyak. Jika masih sedikit, bisa langsung dipilih dari daftar dan kemudian melakukan klik pada tombol OK.

stm32cubemx006Gambar 6.

Pada Gambar 6, pada [1] pengguna dapat memilih salah satu (atau bergantian) konfigurasi yang akan dilakukan pada mikrokontroler yang dipilih (kali ini berdasarkan jenis papan).

Seperti yang sebelumnya dapat dilihat di Gambar 4, pemilihan bisa juga dilakukan berdasarkan jenis spesifik mikrokontroler. Untuk ini dalam Gambar 4, pengguna memilih [1] lalu [3].

stm32cubemx007Gambar 7.

Misalkan pengguna ingin melakukan konfigurasi untuk mikrokontroler STM32F103C8T6, maka pada Gambar 7 pengguna dapat melakukan penapisan (filtering) pada bagian yang saya beri tanda kotak merah [1]. Untuk mengurangi jumlah tampilan komponen yang banyak, di pilihan Series gunakan STM32F1. Lalu lebih spesifik dipersempit dengan memilih Line STM32F103. Mikrokontroler yang dituju akan ada dalam daftar yang tampil.

Sebagai tambahan pengetahuan menarik untuk melihat cara penamaan keluarga mikrokontroler STM32 oleh ST (STM32 microcontrollers naming conventions).

stm32cubemx008stm32cubemx009stm32cubemx010Gambar 8.

Page 216 - 1Gambar 9.

Untuk mikrokontroler ARM Cortex-M3 STM32F103C8T6, berdasarkan (screenshot) Gambar 8 dan Gambar 9 dapat diketahui:

Device family STM32
Product type General purpose
Device subfamily 103
Pin count 48 pins
Flash memory size 64 KBytes
Package LQFP
Temperature range -40 ~ 85 °C

stm32cubemx011Gambar 10. Cuplikan tampilan dari STM32CubeMX
[lagi, klik gambar untuk memperbesar tampilan]

stm32cubemx012stm32cubemx013stm32cubemx014Gambar 11. Posisi STM32F103C8 di peta produk STM32 [sumber].

Kembali ke tampilan STM32CubeMX, setelah memilih mikrokontroler yang memang akan dikonfigurasikan (STM32F103C8T6 / STM32F103C8) dan menekan tombol OK, tampilan program akan seperti pada Gambar 12.stm32cubemx015Gambar 12.

stm32cubemx016Gambar 13. Memilih pin PC13 dengan salah satu dari dua cara.

Pada Gambar 13, pengguna yang perlu mengatur pin pengendali led pada papan sirkuit (pin PC13) dengan salah satu dari dua cara.

stm32cubemx017Gambar 14.

Pada Gambar 14, lakukan left-click pada pin sampai agar pilihan menu terlihat.

stm32cubemx018Gambar 15. Tampilan setelah PC13 diatur sebagai pin keluaran (GPIO_Output).

stm32cubemx019Gambar 16. Pada tab configuration pilih GPIO.

stm32cubemx020

Gambar 17.

Jika dikehendaki/diperlukan, pengguna bisa memberi label pada pin. Pilih baris [1] lalu isi nama (User Label) [2], kemudian klik OK.

Gambar 18.

Gambar 19. Sejumlah tab untuk perintah “Generate Code”

Pada Gambar 19, diperlihatkan bahwa untuk toolchain / IDE saya memilih SW4STM32 (System Workbench for STM32), yang secara legal gratis dan dapat beroperasi di sistem GNU/Linux maupun MS Windows.

stm32cubemx023Gambar 20. Pilih salah satu cara  penyalinan pustaka yang dikehendaki.

stm32cubemx024Gambar 21. Ada kemungkinan STM32CubeMX akan meminta pengguna mengizinkan program mengunduh beberapa program tambahan.

Gambar 22.

stm32cubemx026Gambar 23. [klik gambar untuk memperbesar]

Gambar 23 adalah gambar hasil screenshot terhadap tampilan SW4STM32 (System Workbench for STM32) yang telah berhasil melakukan kompilasi kode yang dihasilkan oleh STM32CubeMX. Tentu saja user’s code masih dalam keadaan kosong. Hal ini disengaja agar percobaan dapat fokus melihat kondisi awal dari kode program yang dihasilkan oleh STM32CubeMX.  Catatan lebih panjang akan diunggah lain waktu jika ada kelapangan.

UPDATE

Hasil konfigurasi dalam catatan ini, berfungsi baik untuk sebagai kode dasar untuk memprogram mikrokontroler tetapi tidak cocok untuk jika perlu dilakukan proses debugging dengan OpenOCD dan ST-Link V2. Untuk menghasilkan konfigurasi dan kode dasar yang sesuai silakan membaca catatan di sini [link].

Berikut video singkat pembuktian bahwa cara ini (menggunakan STM32CubeMX) berhasil dengan baik:

[youtube =”https://youtu.be/R0JG7l672nA”]

 

Sumber belajar tentang STM32CubeMX:

  • STM32CubeMX
    STM32 configuration and initialization C code generation.
  • UM1718, User manual
    STM32CubeMX for ST M32 configuration  and initialization C code generation.

Mendapatkan hasil kompilasi dengan debug symbols di Atom+PlatformIO

PlatformIO pada text editor Atom dapat dipergunakan untuk menghasilkan kode program yang bisa di-debug. Tetapi tanpa pengaturan yang tepat akan muncul kesalahan sebagaimana yang terlihat di Gambar 1 (no debugging symbols found).

xpiodbg003Gambar 1.

Untuk mengatasi masalah ini solusinya adalah dengan memberikan keterangan tambahan pada file platformio.ini .

xpiodbg001Gambar 2.

Untuk lebih mempermudah bisa disalin dari bagian berikut ini:

Keterangan lengkap mengenai penggunaan building options  di PlatformIO bisa dibaca di link ini. Untuk opsi debugging dengan compiler GCC bisa dibaca di sini.

-g

Produce debugging information in the operating system’s native format (stabs, COFF, XCOFF, or DWARF). GDB can work with this debugging information.

On most systems that use stabs format, -g enables use of extra debugging information that only GDB can use; this extra information makes debugging work better in GDB but probably makes other debuggers crash or refuse to read the program. If you want to control for certain whether to generate the extra information, use -gstabs+, -gstabs, -gxcoff+, -gxcoff, or -gvms (see below).

 

xpiodbg002Gambar 3. Hasil kompilasi yang berhasil di-debug  dengan DDD dan gdb.

 

 Command  Explanation
bp <address> [<asid>]<length> [‘hw’|’hw_ctx’]

list or set hardware or software breakpoint

exit exit telnet session
halt [milliseconds]

request target to halt, then wait up to the specifiednumber of milliseconds (default 5000) for it to complete

init Initializes configured targets and servers. Changes command mode from CONFIG to EXEC.  Unless ‘noinit’ is called, this command is called automatically at the end of startup. (command valid any time)
load_image filename address [ ‘bin’ | ‘ihex’ | ‘elf’ | ‘s19’ ] [min_address] [max_length]
reg [(register_number|register_name) [(value|’force’)]]

display (reread from target with “force”) or set a register; with no arguments, displays all registers and their values

reset [ run | halt | init ]

Reset all targets into the specified mode.Default reset mode is run, if not given.

resume [address]

resume target execution from current PC or address

step  [address]

step one instruction from current PC or address

Cmd
  • openocd -f ~/openocd-0.9.0/tcl/interface/stlink-v2.cfg -f ~/openocd-0.9.0/tcl/target/stm32f1x.cfg
  • telnet localhost 4444
    • help
    • halt
  • arm-none-eabi-gdb ––eval-command=”target remote localhost:3333″ firmware.elf
  • ddd ––eval-command=”target remote localhost:3333″ ––debugger arm-none-eabi-gdb firmware.elf

 

Mengenal PlatformIO

Pada kesempatan ini saya akan memuat catatan mengenai PlatformIO. Sebelumnya saya sudah membuat catatan penggunaan text editor maupun IDE seperti Energia, Codelite, Netbeans maupun Arduino IDE. Masing-masing IDE tentu memiliki keunggulan dan kekurangan dan masing-masing programer akan memilki kebutuhan dan selera yang berbeda-beda. Nah PlatformIO ini cukup unik, di satu sisi cukup lengkap dan mampu dipergunakan untuk mengerjakan kode untuk berbagai arsitektur mikrokontroler. Di sisi lain tampilannya menyerupai Sublime Text yang ringan dan sederhana.

pio001Gambar 1.

Di Gambar 1 dapat dilihat beberapa contoh default dan proyek yang dibuat manual. Yang sudah saya coba ada beberapa mikrokontroler, yang juga sudah pernah saya uji dengan IDE atau cara lain. Berikut beberapa arsitektur mikrokontroler yang sudah saya coba di PlatformIO (atau Atom);

Sebagai catatan untuk melakukan pemrograman pada STM8 (STM8S103F3); sekalipun PlatformIO tidak mendukung secara langsung toolchain STM8 tetapi editornya masih dapat dimanfaatkan dan mampu membantu keberhasilan pemrograman. Dapat dilihat pada Gambar 2.

pio002Gambar 2. [Klik gambar untuk memperbesar tampilan]

PlatformIO bukanlah text editor dalam pemahaman yang biasa dipergunakan. Pengungkapan yang lebih baik bisa diperoleh dari situs PlatformIO sendiri.

pio003Gambar 3. Apakah PlatformIO itu?

“Different microcontrollers normally have different developing tools . For instance Arduino rely on Arduino IDE. Few more advanced users set up different graphical interfaces like Eclipse for better project management. Sometimes it may be hard to keep up with different microcontrollers and tools. You probably thought that single unified development tool could be great. Well this is what PlatformIO open source ecosystem is for.

This is cross platform code builder and library manager with platforms like Arduino or MBED support. They took care of toolchains, debuggers, frameworks that work on most popular platforms like Windows, Mac and Linux. It supports more than 200 development boards along with more than 15 development platforms and 10 frameworks. So most of popular boards are covered. They’ve done hard work in organizing and managing hundreds of libraries that can be included in to your project. Also lots of examples allow you to start developing quickly. PlatformIO initially was developed with Command line philosophy. It’s been successfully used with other IDE’s like Eclipse or Visual Studio. Recently they’ve released a version with built in IDE based on Atom text editor”, – [Embedds].

 

PlatformIO dapat diintegrasikan ke dalam beberapa IDE di antaranya NetBeans, Codeblocks, dan Visual Studio. Meski begitu tampaknya yang terkenal adalah implementasinya ke dalam text editor Atom.io.

Atom is a text editor that’s modern, approachable, yet hackable to the core—a tool you can customize to do anything but also use productively without ever touching a config file.

Mungkin karena itu kadang-kadang PlatformIO dicampuradukkan dengan Atom. Keduanya jelas berbeda meski untuk banyak keperluan praktis merujuk pada hal yang sama. Perbedaan baru akan terlihat jika menemui kasus seperti contoh pada pemrograman STM8S103F3 di bagian atas tulisan ini. Untuk pemrograman contoh led berkedip itu, PlatformIO belum bisa mendukung platform maupun board sistem STM8. Karena itu yang bisa dimanfaatkan “hanya” text editor Atom saja. Tetapi dapat dilihat, dalam kondisi seperti itu pun terbukti masih bisa membantu menyelesaikan pemrograman dengan baik.

PlatformIO IDE yang dibangun berdasar text editor Atom dapat diunduh (download) di link ini. Saya sudah berhasil mencoba instalasi di sistem GNU/Linux, tetapi gagal mencoba di sistem tua saya, IBM Thinkpad T43 yang masih menggunakan Microsoft Windows XP SP3. PlatformIO mensyaratkan OS yang lebih baru dari XP.

Linux pengguna-laptop 3.16.0-38-generic #52~14.04.1-Ubuntu SMP Fri May 8 09:43:57 UTC 2015 x86_64 x86_64 x86_64 GNU/Linux

 

Ada beberapa pengaturan yang perlu dilakukan agar manfaat yang bisa diberikan platform ini dapat dipergunakan secara maksimal. Salah satu pengaturan yang memerlukan perhatian adalah mengenai clang. Sekilas mengenai Clang dapat dipelajari di sini, begitu pula perbandingannya dengan GCC dapat dibaca di sini.

pio004Gambar 4

Ada dua paket yang perlu menjadi perhatian; autocomplete-clang dan clang-format package. Jika belum terinstalasi dengan baik maka keduanya sebaiknya diinstal terlebih dahulu. Paket yang pertama (autocomplete-clang) sangat membantu proses coding , fungsi dan cara kerjanya dapat lebih mudah dipahami melalui gambar gif berikut:

autocomplete-clangGambar 5. Fasilitas autocomplete [image credit: autocomplete-clang package]

pio006Gambar 6. Melihat paket clang di Settings.

Paket yang kedua (clang-format package) juga sangat membantu pengerjaan kode program. Tetapi berdasar apa yang saya alami, paket kedua ini memerlukan usaha yang lebih agar dapat mudah dipakai. Dari situs penyimpanan kode atom-clang-format:

Format your C/C++/Obj-C/Javascript files with clang-format from inside atom. Requires clang-format to be installed and on your systems path.

More info on clang-format can be found here: http://clang.llvm.org/docs/ClangFormat.html http://clang.llvm.org/docs/ClangTools.html

Pengaturan untuk clang-format disimpan di dalam file .clang-format (tanda titik menandakan bahwa file tersebut secara default tersembunyi di file manager). Untuk dapat melihat file itu di file manager, beri perintah dengan menekan kombinasi kunci di keyboard Ctrl+H. Di sistem saya file itu terletak di:

/home/rumahku/.atom/packages/clang-format/node_modules/clang-format/.clang-format

Yang cukup membuat repot, sejauh yang saya ketahui sampai saat ini, file tersebut perlu disalin manual ke setiap direktori proyek (project).

pio007Gambar 7.

Solusinya sebenarnya cukup mudah, tetapi perlu dilakukan. Salin (copy) file .clang-format ke home directory, untuk mesin saya ini menjadi

/home/rumahku/.clang-format

Adapun isi dari file .clang-format untuk konfigurasi yang saya kehendaki adalah sebagai berikut:

Dengan konfigurasi ini maka setiap file sumber untuk C atau CPP (C++) akan terformat ulang setiap kali diberikan perintah menyimpan kode di file. Pengguna bisa juga memberikan perintah untuk melakukan format secara manual melalui menu atau dengan shortcut: shift-cmd-K. Adapun isi dari konfigurasi bisa disimulasikan secara online di sini; https://clangformat.com/ .

Referensi tentang clang format <<klik untuk membuka>>

 

Pada Gambar 2, terlihat untuk platform yang tidak (belum) didukung oleh PlatformIO, maka hasil kompilasinya berada di direktori yang sama dengan file sumber. Pada mode ini yang dimanfaatkan adalah text editor Atom.  Tetapi untuk platform dan framework yang sudah didukung oleh PlatformIO peletakan hasil kompilasi dan build akan berbeda.

pio008Gambar 8.

Oleh PlatformIO hasil kompilasi akan diletakkan di direktori ./pioenvs . Sekedar sebagai contoh;

/tmp/atmelavr-native-blink-116720-6546-1qphcr7/.pioenvs/native_avr/

Sekalipun proses upload biasanya dapat dilangsungkan secara otomatis dengan bantuan PlatformIO, bisa jadi ada kebutuhan untuk melakukan operasi dengan command line di Terminal;

pio009Gambar 9.

pio010Gambar 10.

Mengenai perbedaan antara file elf dengan bin dapat dibaca di sini.

Untuk plaftorm dan framework yang sudah didukung oleh PlatformIO, proses upload dapat dilakukan oleh PlatformIO. Syaratnya pengguna memberi informasi yang cukup agar perintah pengunggahan tidak salah. Konfigurasi disimpan di file platformio.io yang disimpan di masing-masing root direktori proyek, contohnya:

/home/rumahku/platformioSTM32F103/platformio.ini

Misalnya untuk STM32 (mikrokontroler STM32F103C8T6) yang telah didukung oleh PlatformIO (melalui nucleo_f103rb) isi platformio.ini adalah:

pio011Gambar 11.

Pada arsitektur STM32 jika yang dipakai adalah stlink maka perlu ditambahkan keterangan
  upload_protocol = stlink   di file platformio.ini . Diskusi mengenai kesalahan yang terjadi ada di sini dan acuan lengkap konfigurasi dapat dilihat di sini.

Gambar 12. Hasil proses uploading oleh PlatformIO

Satu hal lain yang menarik yang saya temui adalah tentang penggunaan framework mbed pada platform ststm32 (STM32). File sumber harus disimpan dengan ekstensi .cpp, jika disimpan dengan ekstensi .c maka akan manghasilkan kesalahan:

pio013Gambar 13. Kesalahan kompilasi dengan framework mbed.

Penjelasan mengenai kesalahan ini terdapat di sini:

mbed is c++-based framework. You should use *.cpp extension.

Please change file extension from *.c to .cpp.

 

pio014Gambar 14.

 

 

Mbed, kompilasi online program STM32F103C8T6

Pada post yang lalu, telah saya sampaikan catatan untuk melakukan pengujian cepat papan mikrokontroler STM32F103C8T6 (arsitektur ARM Cortex-M3 32-bit RISC) murah produksi China. Dalam post ini saya masih akan menyampaikan cara memprogram STM32F103C8T6 tetapi dengan menggunakan aplikasi online dari mbed. Sebagaimana cara lainnya, cara ini tentu saja memiliki keunggulan dan juga kekurangan. Mungkin perlu semacam studi kecil-kecilan untuk hal ini.

Beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh sarana pemrograman online seperti mbed antara lain adalah mempersingkat waktu untuk konfigurasi. Sekalipun sepintas melakukan instalasi dan konfigurasi toolchain secara offline di komputer lokal itu mudah, tetapi kenyataannya sering tidak seperti itu. Beberapa ketidaksesuaian dan kekurangan dalam konfigurasi sangat mungkin terjadi. Seperti yang juga pernah saya alami dan sudah saya catatkan di tinker.sunupradana.info ini. Selain itu jika compiler dan IDE (singkatnya toolchain) diatur dan dipelihara terus menerus oleh pihak yang lebih profesional maka akan lebih terjamin jika ada kondisi error atau terdapat bug,menjadi  akan lebih mungkin dan lebih mudah diperbaiki oleh pengelola. Selain itu dengan jumlah pengguna yang besar, tiap permasalahan akan sangat mungkin dialami oleh banyak orang pada kurun waktu yang sama. Sehingga deteksi kesalahan lebih cepat terjadi. Faktor dimungkinkannya kolaborasi ini juga menjadi salah satu nilai plus platform seperti ini. Kode dari seorang pengguna bisa dimanfaatkan oleh orang lain, bahkan banyak orang lain seperti contoh yang akan dipakai dalam catatan ini.

Sedangkan beberapa kekurangan dari pilihan pemrograman secara online antara lain, bahwa programmer pengguna perlu memiliki akses Internet. Bagi pengguna yang tidak setiap saat diperlukan dapat terhubung dengan Internet secara lancar, maka akan menjadi masalah. Juga selain itu umumnya perlu semacam bootloader pada sistem target agar program yang dikompilasi secara online dapat langsung dipindahkan ke target dan dijalankan hanya dengan koneksi fisik berupa kabel USB. Ini mirip pada sistem Texas Instrument MSP432 yang sudah saya ungkap sebelumnya. Untuk produk dari ST seperti Nucleo-F446RE hal ini tidak menjadi masalah karena sistem tersebut sudah dapat diprogram langsung dari mbed melalui web browser.

Pada catatan kali ini saya mencoba ikut mengamalkan cara memprogram papan STM32F103C8T6 (STM32F103) dengan mempergunakan mbed. Berbeda dengan sistem Nucleo yang saya sebut di paragraf sebelum ini, papan STM32 yang murah ini tidak memiliki bootloader untuk mbed. Dengan kata lain ini bukan papan yang sebenarnya mbed enabled. Untungnya sebagaimana banyak hal lain dalam teknologi elektronika, seseorang telah mencoba memberikan solusi untuk masalah ini. Dan selama kita masih memiliki rasa ingin tahu, kemauan untuk bekerja keras dan kemauan untuk belajar, kita pun akan bisa menikmati solusi itu.

Pada dasarnya solusi diperoleh dengan cara mempergunakan konfigurasi dasar dari NUCLEO-F103RB yang tentu saja juga berintikan mikrokontroler seri STM32F103, tetapi STM32F103RBT6 dan bukan STM32F103C8T6 seperti yang akan dipakai di sini. Untungnya Zoltan Hudak menemukan cara untuk konfigurasi sistem Nucleo itu untuk papan yang harganya lebih murah, papan STM32F103C8T6.

Program yang diuat oleh Zoltan Hudak dapat dipergunakan oleh banyak orang yang telah memilki akun di mbed, nama programnya adalah STM32F103C8T6_Hello. Program ini bisa langsung diimpor oleh pengguna lain ke workspace-nya sendiri. Tetapi sebelum menunjukkan cara penggunaan mbed untuk uji coba kali ini, saya perlu menyampaikan cara menanggulangi satu kekurangan mbed dalam memprogram papan murah yang berintikan μC STM32F103C8T6. Kekurangan itu adalah bahwa compiler mbed tidak bisa melanjutkan memprogram papan μC STM32F103C8T6 secara langsung. Melainkan file bin hasil kompilasilah yang akan diberikan kepada pengguna (downloaded) untuk kemudian diunggah (uploaded) sendiri secara manual oleh pengguna ke μC STM32F103C8T6.

Untuk mengatasi kekurangan itu diperlukan suatu uploader (boleh juga disebut flasher) untuk memuat file hasil kompilasi ke μC. Saya memilih sistem yang gratis dan dapat dioperasikan juga di sistem GNU/Linux seperti Ubuntu atau Mint. Sistem tersebut adalah stlink, yang dapat dengan mudah diunduh gratis di sini. Panduan instalasinya pun mudai diikuti di halaman wiki di sini. Untuk keperluan ini yang paling diperlukan adalah program st-flash. Tetapi karena tujuan saya bukan hanya untuk melakukan uji coba, melainkan juga membangun platform yang bisa dipakai untuk pemrograman selanjutnya maka kerja konfigurasi saya lanjutkan. Agar dalam satu kurun waktu, satu rangkaian pekerjaan selesai. Karena itu saya melakukan copy agar program-program dari stlink dapat dipakai, dipanggil dari banyak tempat (direktori/folder).

Cara pertama yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan cara soft link;

Tetapi menurut saya dengan cara ini tidak menjadi mudah untuk mempergunakan st-link gui atau stlink-gui-local. Karena itu saya memilih cara kedua yaitu melakukan copy ke direktori yang kemudian berada dalam $PATH. Kebetulan saya telah memilikinya /home/rumahku/bin. Tetapi kalau belum memiki direktori seperti itu, cukup dibuat dengan cara yang mudah;

~ $ mkdir ./bin

Kemudian pertama kali copy file stlink-gui.ui dari /home/rumahku/stlink/src/tools/gui/stlink-gui.ui . Lalu copy file program dari /home/rumahku/stlink/build/  sehingga menjadi seperti pada Gambar 1.

Gambar 1.

Abaikan program FoxitReader, karena itu adalah program lain (pembaca file pdf).

Untuk memastikan bahwa semua program dalam direktori /home/rumahku/bin/ akan dapat dipanggil dari direktori lain maka direktori itu perlu ada di dalam PATH di file .profile. File .profile adalah file yang tersembunyi yang terdapat di /home/rumahku/ . Tanda titik di depan nama file menandakan bahwa file tersebut tersembunyi. Jika menggunakan “explorer” (file manager) seperti Thunar, maka pengguna perlu memberikan perintah dari keyboard berupa ctrl+h agar file yang tadinya tersembunyi di sistem GNU/Linux dapat terlihat. File itu kemudian bisa dibuka dengan gedit (text editor). Semua rangkaian cara ini relatif mudah daripada menggunakan terminal, bagi yang belum terbiasa. Lalu pastikan /home/rumahku/bin/ tercantum dalam isi file .profile.

PATH=/home/rumahku/bin:/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin:/usr/games:/usr/local/games

Setelah itu agar perubahan (jika ada) bisa langsung dimanfaatkan berikan perintah berikut;

Untuk menguji apakah sistem sudah berhasil diperbaharui, panggil salah satu program dari direktori (acak) selain direktori stlink. Misalnya sekedar untuk mencoba;
Program st-flash inilah yang akan dipakai untuk melakukan upload file hasil kompilasi mbed ke papan μC.

mbed002Gambar 2. Percobaan pemanggilan berhasil

Setelah berhasil melakukan setup stlink yang tidak hanya akan dipakai untuk pemrograman cara ini tapi juga untuk banyak keperluan lain, sekarang kita bisa beralih ke tahapan selanjutnya. Tahapan utama adalah tahapan pemanfaatan mbed. Pertama kali pengguna perlu membuat akun di situs mbed, di link ini.

Gambar 3.

Gambar 4.

Setelah berhasil signup lalu login, berikutnya untuk percobaan ini, pengguna bisa langsung menuju STM32F103C8T6_Hello.

Gambar 5.

Tekan-tahan tanda “panah ke bawah” lalu pilih Import into Compiler atau Import with mbed CLI. Untuk cepatnya saya hanya melakukan klik cepat dan otomatis akan memiih pilihan defaultImport into Compiler.

mbed006Gambar 6.

mbed007Gambar 7. Setelah berhasil melakukan impor

Jika papan Nucleo-F103RB belum terdapat dalam daftar registered platform, bisa ditambahkan sendiri dengan melakukan klik pada Add Platform seperti pada Gambar 8.

mbed008Gambar 8.

mbed009Gambar 9.

mbed010Gambar 10.

Pertama, untuk uji coba ini ubah kode sesuai keperluan. Kedua pastikan platform yang sedang aktif adalah NUCLEO-F103RB, lalu klik perintah untuk Compile.

 

mbed011Gambar 11. Proses kompilasi sedang berlangsung.

mbed012Gambar 12. Download hasil kompilasi.

mbed013Gambar 13. Melihat detail hasil komplasi

mbed014Gambar 14. Informasi detail besar file hasil kompilasi.

Penting untuk mengamati bahwa batas besar program untuk μC STM32F103C8T6 adalah 64 kB, jangan sampai besar program melebihi batas itu. Zoltan Hudak sudah memberi peringatan yang jelas mengenai besar program ini.

mbed016Gambar 15. [image credit: Zoltan Hudak]

/media/uploads/hudakz/stm32f103c8t6_pinout03.png

Gambar 16. [image credit: Zoltan Hudak].

https://developer.mbed.org/media/uploads/hudakz/stm32f103c8t6_schematic.png

Gambar 17. [image credit: Zoltan Hudak].

mbed015Gambar 18. Proses upload ke mikrokontroler berhasil.

Demikianlah catatan saya kali ini mengenai contoh pemrograman salah satu mikrokontroler ARM Cortex-M3 dengan mbed, sekalipun tidak termasuk dalam golongan papan (board) yang sudah mbed enabled.

Cara mudah menguji papan STM32F103C8T6 menggunakan Arduino IDE

Mikrokontroler STM32103C8T6 adalah salah satu mikrokontroler keluarga STM32 (tepatnya STM32F10xxx) yang diproduksi oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini adalah μC yang tergolong sebagai medium-density devices (64 Kbytes). Pada catatan terdahulu tentang Maple Mini, sebenarnya μC STM32103C8T6 inilah yang dipergunakan sebagai inti di sistem itu.

Kedua papan sistem mikrokontroler itu saya beli dari salah satu penjual di Tokopedia, Toko Bey. Saya tidak berafiliasi atau bahkan mengenal pemilik toko online tersebut, tetapi salah satu yang menyenangkan adalah bahwa penjualnya memberikan beberapa tutorial yang sangat membantu bagi pemula untuk mengenal produk yang dijual. Di saat customer education masih sekedar jargon, praktik seperti itu tentu sangat terpuji. Saya sangat berharap investasi waktu dan tenaga dalam mempelajari suatu arsitektur prosesor baru akan mencapai manfaat yang lebih kuat karena ketersediaan pasokan alat/perangkat terjamin. Sungguh berharap para merchant akan cukup punya “nafas” dan pasar untuk tetap berjualan mikrokontroler dangan arsitektur ARM seperti ini dengan harga yang cukup terjangkau.

Nah salah satu keperluan yang penting saat suatu barang seperti ini datang adalah cara melakukan uji coba kondisi barang, setidaknya untuk beberapa bagian (parsial). Apalagi jika baru akan belajar mempergunakannya, perlu sesuatu yang bisa dipergunakan dengan cepat. Nah di sinilah peran STM32duino. STM32duino adalah upaya untuk memungkinkan (beberapa) mikrokontroler anggota keluarga STM32 untuk dapat diprogram dengan mengunakan Arduino IDE melalui penambahan pustaka.

Hubungan/koneksi antara ST-Link v2 [ compatible ] (semua di satu sisi header) dengan papan STM32F103C8T6:

ST-LINK V2   Papan STM32F103C8T6
SWCLK >> DCLK
SWDIO >> DIO
GND >> GND
3.3V >> 3.3V

 

 

 

wp-1471525805456.jpegGambar 1.

Cara ini juga mempermudah upaya prototyping, bukan hanya untuk belajar tetapi juga untuk menguji dan menyusun ide-ide secara lebih cepat. Setelah itu baru kemudian diperbaiki dalam hal efektifitas dan efisiensi program/sistem.

stm32f103c8t6Gambar 2.

Cara lain akan dimuat pada tulisan di lain waktu.