Visual Studio Code dan PlatformIO

Beberapa waktu lalu saya sempat membuat catatan pengenalan tentang PlatformIO. Saat itu PlatformIO dikombinasikan dengan text editor Atom. Untuk kali ini saya akan memperkenalkan kombinasi antara PlatformIO dengan Visual Studio Code. Berbeda dengan Sublime Text, VSCode benar-benar gratis, bebas pakai seperti Atom. VS Code tersedia untuk sistem Windows, GNU/Linux maupun Mac.

PlatformIO memungkinkan pengguna untuk melakukan pemrograman terhadap mikrokontroler Atmel AVR. Bahkan lebih dari itu, ada banyak sistem lain selain AVR yang semakin mudah untuk diprogram dengan bantuan PlatformIO. Berikut saya kutip dari PlatformIO IDE for VSCode:

The next generation integrated development environment for IoT

PlatformIO is an open source ecosystem for IoT development.
Cross-platform build system and unified debugger. Remote unit testing and firmware updates.

Atmel AVR & SAM, Espressif 8266 & 32, Freescale Kinetis, Intel ARC32, Lattice iCE40,
Maxim Integrated MAX32, Microchip PIC32, Nordic nRF51, Nordic nRF52, NXP LPC, Silicon Labs EFM32, ST STM32,
TI MSP430 & Tiva, Teensy, Arduino, ARM mbed, libOpenCM3, ESP8266, etc.

Features

  • Cross-platform code builder without external dependencies to a system software:
    • 400+ embedded boards
    • 20+ development platforms
    • 10+ frameworks
  • PIO Remote™
  • PIO Unified Debugger
  • Unit Testing
  • C/C++ Intelligent Code Completion
  • C/C++ Smart Code Linter for rapid professional development
  • Library Manager for the hundreds popular libraries
  • Multi-projects workflow with multiple panes
  • Themes support with dark and light colors
  • Serial Port Monitor
  • Built-in Terminal with PlatformIO Core tool (pio, platformio)

Proses instalasi PlatformIO untuk VSCode cukup mudah, ikuti saja urutan langkah pada Gambar 1.

../_images/platformio-ide-vscode-pkg-installer.pngGambar 1. Instalasi [sumber]

Gambar 2.

Untuk memulai suatu proyek dengan PlatformIO, pengguna perlu membuka suatu direktori/folder dalam file system agar semua file proyek bisa disimpan. Pengguna bisa membuat folder baru dari aplikasi file browser tersendiri di luar VSCode, atau membuka folder yang sudah ada lalu mencari tempat untuk membuat folder yang baru dari dalam VSCode dengan menggunakan Open Folder (Gambar 2).

Gambar 3.

Setelah pengguna memilih sebuah folder untuk proyek (entah folder yang sudah ada atau yang baru dibuat), selanjutnya pengguna bisa membuat file atau folder baru. Caranya  seperti tampak pada Gambar 3, pilih icon yang sesuai (silakan hoover mouse di atas icon untuk mengetahui).

Gambar 4.

Awal pembuatan proyek yang akan menempatkan file-file di dalam folder dimulai dengan menekan Crtl+Shift+P, lalu memilih menu yang sesuai seperti pada Gambar 4. Yang lebih mudah adalah dengan menggunakan shortcut keys Ctrl+Alt+I.

Gambar 5.

Di Gambar 5 terlihat bahwa pengguna bisa memilih mikrokontroler atau sistem papan yang sesuai setelah PlatformIO menyelesaikan proses inisialisasi. Di bar bagian bawah akan muncul tulisan Selecting a board – PlatformIO Project initialization….

Gambar 6.

Pengaturan tentang bagaimana PlatformIO membantu pengguna di atur di dalam file platformio.ini seperti pada Gambar 6. Pengguna dapat memilih untuk menggunakan framework seperti bootloader dari Arduino atau mengakses langsung mikrokontroler. Dengan cara itu pengguna/pemrogram dapat memilih dari banyak mikrokontroler tanpa perlu/harus menggunakan framework.

Pertama pengguna memilih platform yang ingin dipergunakan, misalnya untuk mikrokontroler Atmel AVR di PlatformIO platform dinamai sebagai atmelavr. Berikutnya adalah framework, sebagai contoh adalah Arduino. Jangan khawatir, pengguna tidak perlu mempergunakan (mengaktifkan)  framework jika memang tidak diinginkan. Ini hanyalah cara PlatformIO untuk mengorganisasi prosesor (mikrokontroler) dan sistem. Setelah platform dan framework berikutnya pengguna memilih board. Contoh adalah boards dari Adafruit, Arduino, EnviroDIY adan SparkFun, yang untuk masing-masing papan (board) diberi nama pengenal yang berbeda. Jika ingin membaca keterangan mengenai boards berdasar pada platform atmelavr, silakan baca halaman di link ini. Sedangkan jika ingin membaca boards yang diurutkan dalam framework yang sama (sebagai contoh Arduino) maka bisa dibaca di link ini.

Jika pengguna ingin memprogram mikrokontroler ATmega328P, maka dapat memilih board mana saja yang menggunakan mikrokontroler tersebut. Contohnya boards dari Adafruit: metro, protrinket5; dari Arduino: diecimilaatmega328, miniatmega328, nanoatmega328, pro8MHzatmega328, uno; dari SparkFun: uview. Kesemuanya bisa dipilih karena mempergunakan mikrokontroler yang sama sesuai keperluan (ATmega328P). Jika akan menggunakan pemrograman murni dengan GCC C (cara pure AVR), opsi framework di dalam file platformio.ini dapat dihapus atau dijadikan sebagai komentar.

Jadi seperti pada Gambar 5, pengguna yang ingin memprogram ATmega32 dapat memilih board mightycore32,  dari MCUdude. MightyCore adalah core atau bootloader untuk framework Arduino yang ditujukan untuk dipergunakan pada mikrokontroler seperti ATmega16, ATmega32 dan ATmega8535. Seperti terlihat pada Gambar 6, framework Arduino bisa tidak dipakai (opsinya dijadikan komentar) sehingga pengguna langsung memprogram μC dalam bahasa C (dengan compiler GCC).

Gambar 7.

Setelah selesai tahap inisialisasi, folder scr masih kosong. Pengguna perlu membuat setidaknya satu file sumber (main.c) dengan cara memilih menu New File seperti pada Gambar 7.

Gambar 8.

Pada Gambar 8 diperlihatkan jika pengguna melakukan klik untuk membuka file main.c maka kode bisa ditulis di dalam workspace.

Gambar  9.

Perhatikan bahwa proses build berhasil dilakukan walaupun frekuensi mikrokontroler dalam program pada Gambar 9 diatur sebesar 40 MHz untuk Atmega32 yang memiliki frekuensi CPU maksimum sebesar 16 MHz. Karena itu kecuali kesalahan syntax, pemrogram masih perlu sangat berhati-hati dan mengandalkan diri sendiri. Modifikasi kode untuk contoh dalam file main.c sebagai berikut.

Gambar  10. Modifikasi untuk mikrokontroler ATmega16

Gambar 10 menampilkan proyek yang baru untuk ATmega16 dengan dasar kode yang sama dengan proyek untuk ATmega32 (Gambar 8). Penyesuaian dilakukan untuk frekuensi kerja mikrokontroler sehingga pengaturan untuk penundaan (delay) akan tepat.

Gambar  11. Hasil upload dengan avrdude dan usbasp

PlatformIO di VS Code juga mendukung proses upload kode ke mikrokontroler target, dengan menggunakan avrdude seperti terlihat pada Gambar 11. Uji coba dengan μC Atmel AVR ATmega16 berhasil dengan baik (Gambar 12).

Gambar  12. Uji upload dengan Atmega16 + LED

Gambar  13. Upload dengan Eclipse IDE sebagai pembanding

Gambar  14.

Proses uploading dengan avrdude tidak selalu berhasil dengan lancar. Kadang-kadang terjadi kegagalan dengan beberapa pesan kesalahan. Hal ini terutama terjadi karena masalah komunikasi dengan target. Gambar 13 memperlihatkan proses uploading menggunakan avrdude yang diatur dari konfigurasi internal di Eclipse. Cara ini bisa dipakai sebagai pembanding untuk menentukan sumber kesalahan. Gambar 14 memperlihatkan cara yang lebih ringan daripada cara pada Gambar 13. Di GNU/Linux seperti Ubuntu atau Mint pengguna cukup membuka terminal dan mengetik perintah sebagai berikut:

avrdude -p m16 -P usb -c usbasp -B 10

Perintah ini akan menghasilkan keluaran seperti pada Gambar 14. Salah satu sumber kegagalan upload program adalah karena kecepatan pengiriman data. Solusinya adalah dengan mencoba mengatur kecepatan dengan opsi -B. Semakin besar nilainya, maka akan semakin rendah frekuensinya. Di Gambar 14 terlihat untuk -B 10, frekuensi SCK diatur menjadi 93750 Hz. Pengguna bisa mencoba-coba dari nilai -B yang besar kemudian secara bertahap dikurangi.

Opsi lain adalah -v, yaitu verbose yang berfungsi memberikan keterangan lebih banyak saat perintah avrdude dieksekusi.

avrdude -p m16 -P usb -c usbasp -B 10 -v

Opsi -e berguna untuk memberi perintah penghapusan chip. Ini berguna karena beberapa kali terjadi kesalahan akibat avrdude gagal melakukan pemeriksaan ulang kode program yang sudah diunggah ke mikrokontroler. Di dalam file platformio.ini opsi -e saya cantumkan untuk lebih menjamin keberhasilan proses upload kode.

avrdude -p m16 -P usb -c usbasp -B 10 -e

Perintah upload kode sebenarnya juga bisa dilakukan dengan menggunakan CLI pada terminal. Cukup gunakan opsi -U dan nama program.

avrdude -p m16 -P usb -c usbasp -B 10 -U flash:w:firmware.hex

Untuk lebih mudahnya, lakukan pemanggilan dari dalam direktori/folder yang sama dengan letak file *.hex.

Gambar  15.

Gambar  16. Build dan upload untuk Atmel ATmega328P

Gambar 16 menunjukkan PlatformIO dapat dipakai untuk memprogram mikrokontroler Atmel ATmega328P tanpa framework.  Kode program tidak jauh berbeda, hanya seperti modifikasi yang terdahulu, perlu menyesuaikan setting frekuensi kerja dari CPU (mikrokontroler). Isi file platformio.ini untuk memprogram mikrokontroler ATmega328P tanpa bootloader Arduino:

Gambar  17. Pemrograman mikrokontroler ATmega328P dengan memanfaatkan papan Arduino Uno

Gambar 17 menampilkan cara memprogram ATmega328P dengan menggunakan papan Arduino UNO. Perlu diingat, hanya karena menggunakan papan Arduino Uno tidak berarti pemrograman dilakukan dengan menggunakan Arduino sebagaimana normalnya (menggunakan port USB). Perhatikan bahwa di dalam file konfigurasi platformio.ini, baris framework = arduino dijadikan komentar sehingga tidak akan ikut dieksekusi. Artinya framework berupa bootloader Arduino tidak akan dipakai dalam pemrograman ini. Bahkan isi (termasuk bootloader Arduino) dari mikrokontroler ATmega328P telah dihapus semuanya sebelum diisi program yang baru.

Gambar  18. Upload untuk ATtiny2313A

Gambar  19. Papan latih dengan mikrokontroler ATtiny2313A

Gambar 18 dan Gambar 19 menunjukkan pemanfaatan PlatformIO untuk melakukan pemrograman pada mikrokontroler Atmel AVR ATtiny2313A. Cara yang sama berlaku untuk banyak mikrokontroler yang lain. Pengguna bahkan bisa langsung memprogram mikrokontroler tanpa mempergunakan framework/bootloader seperti dari Arduino, Adafruit atau SparkFun. Khusus untuk mikrokontroler keluarga Atmel AVR keterangan lebih rinci mengenai pemrogramannya dengan PlatformIO bisa dibaca di halaman ini. Untuk keluarga STM32 bisa dibaca di halaman ST STM32, demikian seterusnya untuk masing-masing keluarga prosesor.

http://foros.giltesa.com/otros/arduino/fc/docs/pinout/uno.jpgGambar  20. Arduino Uno pinout [sumber]

Dalam Gambar 20 sebagai contoh terlihat bahwa sesungguhnya papan Arduino Uno R3 terdiri dari mikrokontroler ATmega328P sebagai komponen utama. Gambar pinout seperti ini memudahkan pengguna untuk mencari padanan saat hendak langsung mengakses pin/port tanpa bantuan framework/bootloader. Misalnya, jika biasanya LED indikator di Arduino Uno diakses melalui pin 13 maka dapat dilihat bahwa sesungguhnya pin itu adalah pin PB5 dari μC ATmega328P.

Konfigurasi seperti ini dapat dicari untuk sistem yang lain sehingga akses langsung ke pin/port bisa dilakukan tanpa menggunakan bootloader/framework.

 

VS Code untuk Arduino

Melanjutkan catatan tentang Visual Studio Code, dalam artikel ini saya akan menunjukkan bagaimana VSCode dapat dipakai untuk mengerjakan program untuk papan Arduino (termasuk Arduino compatible). Ada beberapa metode untuk memprogram Arduino melalui vscode, kali ini saya akan menunjukkan metode ekstensi dari Microsoft (yang juga membuat VS Code).

Gambar 1. Arduino extension

Keterangan lebih lanjut, termasuk cara instalasi terdapat di halaman ini.

Prerequisites

Arduino IDE is required. Please install it from here.

  • The supported Arduino IDE versions are 1.6.x and later.
  • The Windows Store’s version of Arduino IDE is not supported because of the sandbox environment of Windows app.

Installation

Open VS Code and press F1 or Ctrl + Shift + P to open command palette, select Install Extension and type vscode-arduino.

Or launch VS Code Quick Open (Ctrl + P), paste the following command, and press enter.

ext install vscode-arduino

Commands

This extension provides several commands in the Command Palette (F1 or Ctrl+Shift+P) for working with *.ino files:

  • Arduino: Board Manager: Manage packages for boards. You can add 3rd party Arduino board by configuring Additional Board Manager URLs in board manager.
  • Arduino: Change Baud Rate: Change the baud rate of selected serial port.
  • Arduino: Change Board Type: Change board type or platform.
  • Arduino: Close Serial Monitor: Stop serial monitor and release the serial port.
  • Arduino: Examples: Show example list.
  • Arduino: Initialize:Scaffold a VS Code project with an Arduino sketch.
  • Arduino: Library Manager: Explore and manage libraries.
  • Arduino: Open Serial Monitor: Open serial monitor in the intergrated output window.
  • Arduino: Select Serial Port: Change the current serial port.
  • Arduino: Send Text to Serial Port: Send a line of text via the current serial port.
  • Arduino: Upload: Build sketch and upload to Arduino board.
  • Arduino: Verify: Build sketch.

Isi dari file settings.json untuk sistem saya sebagai berikut:

Gambar 2. Screenshot file settings.json

Gambar 3. Mencoba contoh kode dengan menekan Ctrl+Shift+P

Gambar 4. Memilih contoh kode program Arduino sederhana

Gambar 5. Kombinasi Ctrl+Shift+P memunculkan pilihan papan Arduino yang akan dipergunakan

Gambar 6. Konfigurasi port

Setelah memilih tipe papan Arduino yang akan dipergunakan (Gambar 5), berikutnya perlu diatur port yang akan dipakai untuk melakukan upload program ke papan Arduino (Gambar 6). Konfigurasi akan disimpan di file bernama arduino.json. Setelah file dibuka, langkah berikutnya adalah dengan memilih port yang sesuai. Di sistem GNU/Linux biasanya bukan bernama COM1 tetapi ttyUSB0 (kadang-kadang ttyUSB1) sebagaimana terlihat pada Gambar 6.

Gambar 7. Verify/Upload

Untuk memeriksa kode (verify) atau melakukan (upload) tekan kombinasi Ctrl+Shift+P, lalu pilih dari dropdown menu. Untuk verify bisa juga langsung dengan menggunakan shortcut Ctrl+Alt+R.

Gambar 8. Hasil verifikasi kode program

Gambar 9. Laporan pengunggahan (uploading)

Pengaturan Visual Studio Code untuk GCC C

Pada catatan sebelumnya, sudah diungkapkan tentang Visual Studio Code (vscode atau vs code) sebagai code editor/text editor yang secara legal gratis dan handal. Juga dipaparkan bagaimana penggunaannya untuk Node.js (sekadara sebagai contoh).  Artikel ini akan dipakai untuk menunjukkan bagaimana vscode bisa dipakai untuk melakukan pemrograman dalam bahasa C (menggunakan GCC untuk PC bukan untuk Atmel AVR). Sistem yang dipakai adalah sistem yang juga benar-benar bebas pakai alias gratis, GNU/Linux. Meskipun tentu saja prinsip yang sama dapat dipakai untuk sistem dengan OS Microsoft Windows–tentu saja karena vscode adalah produk dari Microsoft.

Pertama-tama kita perlu memastikan extension utama untuk pemgrograman bahasa C sudah ter-install dengan baik.

Gambar 1. C/C++ for Visual Studio Code (cpptools)

Keterangan lebih lanjut untuk C/C++ for Visual Studio Code (cpptools) beserta cara untuk melakukan instalasi dapat dibaca pada halaman ini. Sebagai keterangan singkat berikut saya kutipkan sebagian informasi mengenai fungsinya sebagai berikut:

This preview release of the extension adds language support for C/C++ to Visual Studio Code including:

  • Language service
    • Code Formatting (clang-format)
    • Auto-Completion (experimental)
    • Symbol Searching
    • Go to Definition/Declaration
    • Peek Definition/Declaration
    • Class/Method Navigation
    • Signature Help
    • Quick Info (Hover)
    • Error Squiggles
  • Debugging
    • Support for debugging Windows (PDB, Mingw/Cygwin), Linux and OS X applications
    • Line by line code stepping
    • Breakpoints (including conditional and function breakpoints)
    • Variable inspection
    • Multi-threaded debugging support
    • Core dump debugging support
    • Executing GDB or MI commands directly when using ‘C++ (GDB/LLDB)’ debugging environment
    • For help configuring the debugger see Configuring launch.json for C/C++ debugging
      on our GitHub page.

You can find more detailed information about C/C++ support on Visual Studio Code at our documentation page.

Sebagai code editor, VScode ini memang menarik antara lain karena menurut pembuatnya dikembangkan berdasarkan pengalaman dari program-program serupa terdahulu, terutama Sublime Text. Tidak aneh kemudia kalau bisa ditemui bahwa filosofi dan bahkan kombinasi kunci untuk perintahnya memiliki kesamaan. Keterangan lebih lanjut tentang fasilitas yang diperoleh dari cpptools dapat dibaca di sini (C/C++ extension for Visual Studio Code). Beberapa gambar yang paling menarik saya kutip ulang di sini. Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan.

Symbol@Gambar 2. Navigate to a particular symbol within the same source file (Ctrl + P, @Symbol Name)

peekGambar 3. Peek definition (Alt + F12)

Demikian Gambar 2 dan Gambar 3 saya kutipkan sebagai teaser fasilitas vscode yang menarik untuk dipelajari. Berikutnya untuk dapat mempergunakan vscode dengan baik sebagai editor kode untuk program dalam bahasa C, kita bisa mengikuti tutorial yang sudah disusun secara sistematis berikut ini: C/C++ for VS Code (Preview).

Supaya singkat beberapa bagian akan saya sajikan ulang di sini.

To install the Microsoft C/C++ extension:

  • Open VS Code.
  • Click the Extensions View icon on the Sidebar.
  • Search for cpptools.
  • Click Install, then click Reload.
  • Open a folder that contains your C/C++ code.

Jika langkah ini berhasil maka seperti terlihat pada Gambar 1, di bagian kiri (extensions) akan nampak keterangan ekstensi yang terinstal. Berikutnya untuk dapat menggunakan fasilitas code completion lakukan sebagai berikut:

To enable code completion and navigation, you will need to generate a c_cpp_properties.json file:

  • Hover over any green squiggle in a source file (e.g. a #include statement).
  • Click the lightbulb that appears underneath the mouse cursor.
  • Click Add include path to settings.

This will generate a c_cpp_properties.json file that allows you to add additional include paths to properly enable code navigation and auto-completion.

 Note: You can also generate or edit a c_cpp_properties.json file with the C/Cpp: Edit Configurations command from the Command Palette (Ctrl+Shift+P). 

Berdasarkan pengalaman saya, cara yang paling mudah justru adalah cara pada baris terakhir di atas.

Selanjutnya adalah tahapan pengaturan agar kita bisa melakukan build untuk dapat menghasilkan program yang bisa dieksekusi.

If you want to build your application from VS Code, you will need to generate a tasks.json file:

  • Open the Command Palette (Ctrl+Shift+P).
  • Select the Tasks: Configure Task Runner command and you will see a list of task runner templates.
  • Select Others to create a task which runs an external command.
  • Change the command to the command line expression you use to build your application (e.g. g++ -g main.cpp).
  • Add any required args (e.g. -g to build for debugging).
  • You can now build your application with (Ctrl+Shift+B)

You should now see a tasks.json file in your workspace .vscode folder that looks something like:

For more information on tasks, see Integrate with External Tools via Tasks.

Isi dari file tasks.json pada sistem saya adalah sebagai berikut (perhatikan gcc dan main.c):

To enable debugging, you will need to generate a launch.json file:

  • Navigate to the Debug view by clicking the Debug icon in the Sidebar.
  • In the Debug view, click the Configure icon.
  • Select C++ (GDB/LLDB) (to use GDB or LLDB) or C++ (Windows) (to use the Visual Studio Windows Debugger) from the Select Environment dropdown. This creates a launch.json file for editing with two configurations:
    • C++ Launch defines the properties for launching your application when you start debugging.
    • C++ Attach defines the properties for attaching to a process that’s already running.
  • Update the program property with the path to the program you are debugging.
  • If you want your application to build when you start debugging, add a preLaunchTask property with the name of the build task you created in tasks.json (“g++” in the example above).

To learn more, see Configuring launch.json for C/C++ debugging.

Di sistem saya file launch.json berisi sebagai berikut:

Jika berhasil baik maka hasilnya akan seperti pada Gambar 4 berikut.

Gambar 4.

Pada Gambar 4, terlihat pada folder yang saya beri nama VSC001 terdapat beberapa file yang diperlukan untuk pemrograman. File kode utama adalah main.c, sedangkan semua file json dihasilkan dari proses yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk melakukan build apkilasi berikan perintah dengan kombinasi kunci Ctrl+Shift+B, proses ini akan menghasilkan file a.out.

Gambar 5. Proses debug

Gambar 6. Pilihan perintah dan shortcuts untuk proses debug

Gambar 5 menunjukkan jika konfigurasi benar dan proses debug dapat dimulai. Gambar 6 menunjukkan perintah apa saja yang bisa dipakai dalam proses debugging dan kombinasi kunci untuk shortcut keys.

Gambar 7. Menjalankan program dengan memanggil file keluaran proses build

Sebagaimana terlihat pada Gambar 7, program hasil kompilasi dijalankan dengan cara manual yaitu memanggil file hasil dari proses build di terminal yang telah disediakan. Tampaknya dalam mengerjakan sebuah proyek, vscode berdasarkan pada direktori/folder. Ini mirip dengan Eclipse yang menggunakan direktori workspace.

Bagian kedua ini akan mengungkapkan pilihan cara yang lebih mudah. Pengguna tidak perlu membuat atau mengatur beberapa file konfigurasi seperti pada bagian pertama (yang menggunakan ekstensi dari Microsoft). Cara kedua ini alkan menggunakan ekstensi Code Runner oleh Jun Han.

Run code snippet or code file for multiple languages: C, C++, Java, JavaScript, PHP, Python, Perl, Ruby, Go, Lua, Groovy, PowerShell, BAT/CMD, BASH/SH, F# Script, C# Script, VBScript, TypeScript, CoffeeScript, Scala, Swift, Julia, Crystal, OCaml Script, R, AppleScript, Elixir, Visual Basic .NET, Clojure, Haxe, Objective-C, Rust, Racket, AutoHotkey, AutoIt, Kotlin, Dart, Free Pascal, Haskell, D, and custom command

Gambar 8.

Gambar 9.

Setelah ekstensi terinstal baik seperti pada Gambar 8 dan kode program sudah diketik dengan benar maka pengguna bisa memilih cara menglakukan eksekusi seperti terlihat pada Gambar 9. Pilihan pertama dengan melakukan klik kanan di bidang kerja lalu memilih Run Code (atau dengan shortcut key Alt+Ctrl+N). Pilihan kedua adalah dengan melakukan klik pada icon play yang berwarna hijau di kanan atas bidang kerja.

Gambar 10.

Hasil eksekusi tampak seperti pada Gambar 10. Kita hanya perlu menyimpan file dengan ekstensi .c saja, tidak perlu membuatkan direktori/folder khusus seperti pada cara jika menggunakan cpptools.

Metode ketiga atau yang terakhir adalah dengan menggunakan ekstensi C Compiler oleh brapifra.

Compile and execute C files from VSCode
 
Installation
Launch VS Code Quick Open (Ctrl+P), paste the following command, and press enter.
ext install c-compiler
 

Gambar 11.

Gambar 12. Pilihan proses kompilasi

Gambar 13. Hasil proses kompilasi

Jika menggunakan C Compiler ini pengguna bisa memilih salah satu dari pilihan kompilasi yang sesuai seperti terlihat pada Gambar 12. Jika memilih Compile and Execute C File, maka hasilnya akan tampil seperti pada Gambar 13.

 

Sublime Text GCC C

Pada beberapa post sebelumnya telah saya perkenalkan Sublime Text, dengan contoh untuk pemrograman Arduino dan Atmel AVR, bahasa Python, maupun bahasa Lua. Untuk kali ini saya hanya akan pasting catatan mengenai konfigurasi Sublime Text (baik Sublime Text 2 maupun Sublime Text 3) untuk kode program dalam bahasa C. Tepatnya dengan GCC non AVR (misalnya untuk PC berbasis Intel).

Yang saya temukan konfigurasi untuk ST 2 agak berbeda dengan konfigurasi ST 3 (yang sampai saat saya tulis ini masih dalam tahap beta).

Pertama dimulai dari konfigurasi untuk Sublime Text 2 (yang kadang-kadang disebut sebagai ST2 atau ST 2). Terlebih dahulu pengguna perlu membuat Build System yang baru. Caranya adalah dengan memilih Tools > Build System > New Build System… . Lihat Gambar 1 berikut.

Gambar 1.

Dalam Gambar 1 terlihat file  yang disediakan masih dalam bentuk dasar dan harus diisi oleh pengguna sesuai keperluan. Untuk pengaturan kali ini hasilnya nanti akan seperti pada Gambar 2. File itu bisa disimpan dengan diberi nama yang berarti, misalnya saja saya pilih kata gcc sehingga nama file  yang tadinya untitled.sublime-build menjadi gcc.sublime-build.

Gambar 2. Teks yang perlu diisi untuk konfigurasi gcc

Teks yang perlu diisikan di file seperti pada Gambar 2 dapat disalin sebagai berikut:

Setelah konfigurasi disimpan seperti pada Gambar 2, kemudian akan tersedia pilihan untuk Build System gcc seperti terlihat pada Gambar 1.

Gambar 3. Hasil uji coba

Kode untuk uji coba pada Gambar 3 adalah sebagai berikut:

Untuk melakukan Build, tekan tahan kombinasi kunci Ctrl+B.  Untuk melakukan Run, tekan tahan kombinasi kunci Crtl+Shift+B.  

Sumber rujukan:

Berikutnya adalah konfigurasi untuk Sublime Text 3 (yang kdang disingkat ST3 atau atau ST 3). Urutan langkahnya hampir persis sama dengan pengaturan untuk ST2, letak perbedaan yang saya temukan ada pada isi konfigurasinya. Pertama pilih Tools > Build System > New Build System…, seperti pada Gambar 1 atau bisa juga dengan cara manual yaitu membuat file  baru di:

~/.config/sublime-text-3/Packages/User/gcc.sublime-build.

Perlu  diingat folder  .config dalam kondisi hidden  tersembunyi, gunakan Ctrl+H untuk menampilkannya. Penamaan file  masih tetap sama seperti pada ST 2, file itu bisa disimpan dengan diberi nama yang berarti, misalnya saja saya pilih kata gcc sehingga nama file  yang tadinya untitled.sublime-build menjadi gcc.sublime-build. Isi file konfigurasi sebagai berikut:

Cara penggunaan, build dan run sama seperti pada ST2.

Sumber rujukan:

Sebagai catatan akhir, dalam post  ini dapat terlihat bahwa untuk cukup banyak hal, informasi yang kita perlukan sebenarnya sudah tersedia di Internet. Tinggal bagaimana kita mencarinya, kita pelajari, kita pahami dan kita perbandingkan. Terutama sekali untuk hal-hal yang berkenaan engineering dan technology, ada banyak hal yang sudah pernah dipikirkan, dilakukan/dicoba oleh orang-orang di tempat/negara yang lebih maju. Pada cukup banyak hal, yang sering kurang adalah ketersediaan waktu atau bahkan sekadar kemauan kita untuk berusaha menemukannya.