Memindah koleksi bookmark dari Kifi ke Raindrop

Salah satu situs favorit dan aplikasi andalan saya, Kifi tutup buku. Menurut beberapa sumber, konon kabarnya perusahaan ini dibeli oleh Google untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri.

Kifi has shut down and is no longer operational. We care about your data, so please be sure to take it with you.

Penyelamatan data perlu dilakukan agar jerih payah selama ini masih bisa mendatangkan manfaat. Suatu saat nanti akan saya atur ulang, misalnya bisa ditempatkan secara untuk publikdi Bundlr. Tetapi sekarang yang paling penting adalah menyelamatkan datanya terlebih dulu.

ashampoo_snap5.png

Proses importing bisa diawali dari tautan : https://raindrop.io/other/import/import.html#/. Untuk pengalaman saya malam ini, proses impor data yang haya beberapa mega itu cukup cepat. Hanya saja, penyusunan ulang folder setelah berhasil diimpor yang perlu waktu. Ini pekerjaan paling memakan waktu malam ini. Proses semacam ini tiga kali saya alami, pertama dari Diigo lalu dari Kipt dan yang terakhir ini dari Kifi. Mudah-mudahan Raindrop dan Bundlr tidak mengalami nasib yang sama.

screenshot_20160912-232023.jpg

Layanan gangguan Telkom

Proses perbaikan tampaknya memang terus berlangsung¬† ūüôā . Kali ini catatan singkat pengakuan saya (dan mungkin diakui banyak pelanggan lain) terhadap kemajuan layanan Telkom. Ada banyak yang masih bisa ditingkatkan, tapi kemajuan nyata perlu dihargai. Perubahan yang bisa dilihat dan dibuktikan .

Pagi ini saya menemukan bahwa koneksi Internet di rumah terputus, begitu pula tampaknya jalur komunikasi suara via telepon kabel. Tidak bisa dihubungi lewat telepon genggam, singkatnya “mati total”. Saya lalu menghubungi 147 (tepatnya 0541147) dari telepon genggam. Setelah menekan beberapa kombinasi angka untuk memilih layanan signkatnya saya berhasil melaporkan gangguan.

Kemudian saya menerima email yang berisi pemberitahuan tiket pengaduan gangguan dan email pernyataan kemajuan (progress) penanganan pengaduan saya. Saya sebelumnya sudah menerima beberapa email billing statement. Suatu kemajuan, yang ini kemajuan (setidaknya yang saya tahu) lain lagi. Oke lah, sekedar pemanis layanan mungkin. Tapi saya sudah cukup senang saat itu, ada kemajuan. Ada penghargaan sistem di sana terhadap pelanggan.

ashampoo_snap4.png

Kemudian tanpa dihubungi oleh petugas Telkom, jalur telpon dan Internet kembali normal. Bisa diperbaiki tanpa mengganggu pelanggan. Lalu saya menerima email lagi, untuk meminta konfirmasi bahwa benar pengaduan saya sudah ditangani dan diselesaikan.

ashampoo_snap3.png

Baguslah, ini bentuk sederhana yang mungkin remeh tetapi bisa jadi contoh yang bagus untuk transformasi yang lebih besar. Bisnis dengan inti di seputar sistem dan teknologi informasi bisa menjadi pendorong yang kuat dan nyata untuk negeri ini menyesuaikan diri dengan “lagit yang lebih luas”. Bukankan katanya di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung? Langit suatu desa dan kecamatan, sekarang ini sangat mungkin sudah tidak lagi bisa “terpisah” seperti zaman nenek moyang dulu. Para pemimpin di beberapa era di Jepang, Korsel, Singapura dan China tampaknya sudah lama sadar tentang itu. Sekelumit yang saya pernah rasakan Tokopedia, Bukalapak dan Telkom mulai bergerak ke arah kelaziman dunia modern. Apalagi sudah banyak orang yang setidaknya bisa melongok ke dalam Amazon, eBay, Alibaba, atau AliExpress

IMHO, selama ada informasi, ada wawawasan, ada dorongan eksternal maka akan muncul keinginan. Lalu, katakanlah, menjadi renacana yang diwujudkan. Sumber daya diatur dan mungkin ditambah sampai bisa memberikan layanan yang memadai. Setidaknya cukup untuk mempertahankan keuntungan. Faktor kesesuaian sumber daya manusia tentu sangat penting, baik dari segi kemampuan maupun jumlah. Akan sangat riskan dan cenderung menggagalkan sistem kalau hanya mengandalkan para pegawai yang mampu tapi jumlahnya sangat kurang.

Soal paket TV dalam layanan sepertinya memang masih mengesalkan. Tapi untuk sistem layanan pengaduan, seingat saya sudah lebih baik. Tinggal, lagi, penyesuaian faktor human in the loop, memperkuat bukan melemahkan.

Baiklah, mumpung hari libur kerja bisa dilanjutkan. Layanan Google seperti docs dan drive sudah bisa diakses. Pemformatan ulang bahan bisa dilakukan. Pelayanan notifikasi update juga sudah dikirim ke 65 alamat email mahasiswa. Terinspirasi dari pelayanan Telkom ūüėÄ .

http://weknowmemes.com/wp-content/uploads/2014/04/basic-human-needs-wifi.jpg–image credit : weknowmemes.com

Pelajar terlalu happy?

Penyalinan

Berikut adalah salinan kutipan bahan pengawalan kuliah terdahulu, tentang tantangan penyesuaian di awal semester. Sebuah pola yang perlu diubah dan disesuaikan. Belajar dari kesalahan masa lalu untuk berjuang menghadapi masa depan.

Benar tidaknya menarik untuk dipikirkan. Juga menarik jika dihubungkan dengan naskah pidato pak Menteri pada post terdahulu.

— sumber : portraitindonesia.com

 

Pidato Menristekdikti Pada Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2016

Sampai hari ini, saya masih alergi  dengan banyak hal yang merupakan hal yang sifatnya sebatas pada seremonial belaka. Tetapi pidato yang saya dengarkan pada saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini saya rasa berharga sebagai salah satu dari beberapa pijakan dasar untuk perkuliahan Elda musim semester ganjil ini.

Memang ada beberapa tentang kenyataan dunia keilmuan dan pendidikan yang jauh dari yang diharapkan. Misalnya beberapa hal dapat dipelajari dari ceramah pak Tjia May On (M.O. Tjia) di playlist yang telah saya buat di YouTube. Isi dari ceramah sebenarnya tidak persis sama dengan judul (FINS – Klub Sains Freedom Institute: Budaya Riset dan Situasi Mutakhir Fisika), tetapi lebih kepada penumbuhkembangan budaya ilmiah di Indonesia. Tema ini tampaknya adalah passion dari pak TMO yang berupakan Guru Besar Fisika di ITB ini. Dua tulisan mengenai beliau di situs ITB dapat dibaca di link ini: (1, 2).

Kembali ke isi pidato pak Menteri. Apa yang ada di dalam isi pidato ini bersesuaian juga dengan harapan dan perjuangan yang dilakukan oleh banyak ahli dan ilmuwan Indonesia seperti pak Tjia May On. Juga pada dasarnya memang bersesuaian dengan landasan berpikir yang telah diterapkan di negara-negara yang lebih maju dalam bidang IPTEK dan ekonomi. Dalam bidang pendidikan tinggi misalnya, apat ditemui hal-hal yang telah dijabarkan dalam standar ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology). Standar ABET ini juga menjadi acuan beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, misalnya oleh Teknik Elektro ITB. Tentang ABET dan filosofi pendidikan internasional yang telah menjadi acuan pendidikan tinggi di Indonesia akan saya usahakan untuk dijabarkan di lain tulisan (halaman).

Pidato pak Menteri yang dibacakan oleh para pejabat pendidikan tinggi di Indonesia saat upacara ini saya salin sebagaimana aslinya pada sumber. Pengecualian adalah pewarnaan tulisan yang saya lakukan untuk lebih memberikan penguat mengenai hal-hal yang sangat relevan dengan proses perkuliahan.


Pidato

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

Pada Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan

Republik Indonesia ke-71

17 Agustus 2016

INDONESIA KERJA NYATA

Bismillahirrahmanirrahim,

Yang terhormat, ….

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan bagi kita semua, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71.

Tujuh puluh satu tahun Indonesia merdeka merupakan rahmat yang tak ternilai harganya dari Allah Yang Maha Kuasa.  Dengan kemampuan yang kita miliki, Indonesia menapak di jalan yang telah dibangun oleh founding fathers Bangsa kita, untuk mewujudkan sebuah negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Marilah kita ayunkan langkah bersama untuk bekerja secara nyata meneruskan pembangunan. Hanya melalui kerja nyata, cita-cita mulia bangsa kita sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 dapat diwujudkan yakni dapat berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat. Kesadaran akan hal inilah yang mendasari pencanangan Gerakan Nasional ‚ÄúIndonesia Kerja Nyata‚ÄĚ dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71.

Bapak, Ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati.

Beberapa hari yang lalu, kita baru saja memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 21. Perayaan tersebut merupakan  wujud penghargaan dan apresiasi atas keberhasilan dan prestasi putera-puteri bangsa Indonesia yang gemilang di bidang iptek, selain itu juga dipamerkan  berbagai produk inovasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian dan daya saing bangsa.

Pada kesempatan yang sama juga telah dicanangkan tahun 2016 sebagai Tahun Inovasi. Diharapkan melalui pencanangan tahun Inovasi ini, ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) dapat segera diwujudkan.

Marilah kita lanjutkan cita-cita tersebut, dan kita isi kemerdekaan ini dengan komitmen dan semangat untuk terus bekerja nyata dalam menumbuh-kembangkan teknologi dan inovasi sebagai bekal bangsa Indonesia untuk mandiri dan berdaya saing di era globalisasi. Kita gelorakan Indonesia Kerja Nyata.

Teknologi dan inovasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita dan bahkan telah menjadi faktor penggerak pembangunan. Untuk itu kita tidak dapat lagi bertumpu pada sumberdaya alam (resource driven) yang akan habis jika dikonsumsi secara terus-menerus tetapi harus dapat melakukan terobosan dimana teknologi dan inovasi menjadi motor penggerak pembangunan (innovation driven). Pembangunan Indonesia memerlukan inovasi, sebagai tulang punggung industri dan untuk terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan. Oleh karenanya, teknologi dan Inovasi, sekali lagi, harus menjadi bagian hidup kita sehingga kita bisa memperoleh nilai tambah dari keseharian kita, dan dari situlah ekonomi bangsa akan berkembang.

Bapak, Ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati.

Inovasi merupakan sebuah proses yang antara lain ditentukan oleh tingkat keberhasilan riset dan pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi memegang peranan penting mempersiapkan putera-puteri bangsa, generasi penerus, menjadi inovator.  Sementara itu, institusi riset memegang peranan penting untuk memberikan kesempatan kepada putera-puteri bangsa melakukan karya cipta inovatif. Peneliti dan inovator yang produktif masih sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia. Jumlah dan kualitas peneliti dan inovator di perguruan tinggi maupun institusi riset perlu terus kita tingkatkan, disamping kualitas penelitian, publikasi ilmiah dan jumlah paten yang diperoleh, serta inovasi yang diproduksi.

Komitmen Pemerintah terhadap upaya peningkatan kinerja penelitian dan inovasi akan terus ditingkatkan, terutama dalam peraturan dan regulasi, pendanaan dan peningkatan investasi, peningkatan kualitas dan peremajaan laboratorium, beasiswa bagi peneliti. Tanpa kerjasama dan komitmen dari bapak/ibu dan saudara-saudara, hal itu akan sia-sia.

Bapak, Ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati.

Kemitraan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari strategi mengantarkan temuan penelitian menjadi inovasi dan produk iptek berskala pasar. Pemerintah mendorong terjalinnya kemitraan dengan berbagai lembaga dan industri yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penciptaan inovasi. Dengan demikian, peneliti dan inovator bekerja tidak sendirian dalam menghasilkan inovasi, tetapi secara bersama-sama, konvergen dan sinergis dengan berbagai pihak. Pada akhirnya perguruan tinggi dan institusi riset yang memiliki peneliti dan inovator handal yang mampu menghasilkan produk inovasi yang secara signifikan meningkatkan meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

Untuk mengolah temuan ilmiah hasil riset menjadi inovasi diperlukan proses hilirisasi yang melibatkan bukan hanya perguruan tinggi atau institusi riset saja, tetapi juga kolaborasi dengan peneliti dari institusi dalam dan luar negeri, kemitraan dengan industri dalam dan luar negeri, serta berbagai pihak lainnya. Sistem pengelolaan proses hilirisasi yang akan mentransformasi temuan ilmiah hasil riset menjadi sebuah inovasi yang berdaya saing perlu kita bangun bersama. Dengan pengelolaan yang tepat, diharapkan akan terjadi peningkatan jumlah produk inovatif yang berskala pasar.

Bapak, Ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati.

Selanjutnya, inovasi harus terjadi bukan hanya di dunia industri saja, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan untuk memberikan jawaban terhadap beragam tantangan yang dihadapi bangsa kita, misalnya kebakaran hutan, kemacetan lalu lintas, perubahan iklim, reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya.

Dalam era globalisasi saat ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan munculnya persaingan bebas dalam perdagangan antar bangsa. Adanya persaingan bebas ini akan menyebabkan Indonesia ‚Äúdiserbu‚ÄĚ berbagai macam produk dan teknologi baru dari negara lain.

Dengan inovasi, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi bahkan juga dapat memenuhi pasar negara lain.

Bapak, Ibu dan hadirin sekalian yang saya hormati.

Dalam peringatan 71 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita wujudkan Gerakan Nasional Ayo Kerja Nyata Gelorakan Inovasi di bidang kerja kita masing-masing. Mari kita bekerja nyata ciptakan berjuta produk hasil inovasi¬† untuk kemajuan Indonesia. Dengan bekerja nyata, sesungguhnya kita merenda masa depan Indonesia ‚Äď yang maju dan unggul. Dan hanya bangsa yang mampu menghasilkan inovasi akan menjadi bangsa besar yang unggul dan berdaya saing.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Selamat bekerja secara nyata dan gelorakan inovasi.  Dirgahayu 71 tahun Indonesia Merdeka!

 

Wabillahit taufiq walhidayah, Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Jakarta,   17 Agustus  2016

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Mohamad Nasir

Halaman sumber: http://ristekdikti.go.id/pidato-menristekdikti-tentang-hut-ri-ke-71/

Sila unduh file pdf pada tautan berikut: Pidato Menristekdikti HUT RI ke-71