Dua hutang Jepang

Peralihan sejenak dari delapan jam pelajaran berurutan hari ini …

Kalau menyebut hutang-hutang bangsa dan negara Jepang pada dunia, terutama berkenaan dengan masa lalunya yang sempat menyerbu dan menjajah negara lain, ada kemungkinan responnya berkaitan dengan kejahatan perang yang mereka lakukan. Tapi bukan itu yang ingin saya tulis siang ini. Kali ini bukan tentang dosa-dosa (para pendahulu) bangsa Jepang pada bangsa-bangsa lain. Melainkan pada dua hal yang ikut mendorong Jepang menjadi negara maju seperti sekarang ini.

Bahasan seperti ini antara lain terpicu oleh diskusi dengan beberapa rekan, mengenai kemajuan dan mengapa orang bersedia untuk menjadi lebih maju. Secara primitif, bahasan antara lain mengerucut pada surga dan neraka. Betapa secara primitif manusia (sepertinya) perlu iming-iming hal-hal yang menyenangkan, surgawi, dan juga perlu ancaman yang menakutkan seperti neraka. Tepat seperti ungkapan carrot and stick (dijanjikan wortel dan diancam dengan tongkat).


sumber gambar: Wikipedia

Sederhananya bahkan untuk bidang pendidikan relatif tidak mudah untuk memasarkan ide constructivism, masih nyaman pada mode behaviorism. Berpusat pada hukuman dan hadiah. Karena itu untuk dapat bergerak maju, tampaknya perlu gula-gula yang menggoda, semacam surga dan perlu ancaman yang menakutkan, seperti kabar siksa neraka.

Lalu apa hubungannya dengan Jepang? Nah menurut catatan sejarah ada dua peristiwa yang memberikan semacam dosis neraka yang cukup untuk (sebagian) bangsa Jepang. Yang pertama adalah pembukaan paksa pelabuhan dan perdagangan Jepang oleh negara Amerika Serikat, diwakili oleh Commodore Matthew C. Perry. Ini bisa jadi lecutan pertama di era modern bagi bangsa Jepang yang membangkitkan dengan kuat semangat untuk maju dan sejajar dengan bangsa lain. Pandangan yang tertuang dalam bentuk tulisan mengenai kemajuan Jepang dalam industri dan hubungannya dengan peristiwa seperti ini dapat dibaca pada tautan-tautan berikut: link 1, link 2.

Hutang kedua Jepang bisa jadi datang dalam bentuk penderitaan dan malu yang amat sangat, bencana bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Saat itu Jepang bahkan sudah maju bila dibanding banya negara lainnya, terbukti mereka berani menantang dan berperang melawan negara-negara Barat, dan mereka terbukti berperang dengan baik. Jepang kalah karena tekanan Amerika Serikat dan Soviet di bawah Stalin. Dua peristiwa ini (bersama hal-hal lainnya) mampu ikut mendorong dengan sangat sehingga Jepang menjadi negara maju seperti sekarang.

Bisa diperkirakan bahwa tidak ada bangsa waras yang senang untuk ditodong dan dipaksa oleh bangsa lain, seperti Jepang ditodong oleh pemerintah Amerika Serikat dahulu lewat Komodor Perry. Tidak ada pula bangsa bernalar baik yang nyaman dalam pengetahuan bahwa keberadaan mereka dapat dihilangkan atau dimusnahkan kapan saja. Meraka harus melakukan sesuatu dalam satu dan lain cara untuk mempertahaankan keberadaan mereka. Jepang mengejar ketertinggalan melalui kemajuan teknologi. Sekian puluh tahun kemudian dunia mengenal cukup banyak produsen asal negara mereka. Mereka memimpin dalam damai melalui sains, teknologi dan ekonomi.

Aplikasinya ke negeri ini, pertanyaannya adalah,”Apakah yang bisa menjadi padanan (persamaan) dua peristiwa yang dialami Jepang dahulu itu?” Apa yang cukup membuat kita merasa sangat terancam secara kolektif?

 

Penyegaran >> berbagi file di Google Drive [pics]

Quick note ini sebenarnya sekedar penyegaran terutama untuk yang sudah pernah mencoba mengutak-atik, tinkering bagaimana cara mempergunakan Google Drive. Terutama bagaimana cara berbagi akses terhadap file kepada orang lain.

Yang paling penting adalah file yang di-share itu benar-benar dapat diakses oleh orang lain. Jadi untuk mencobanya terlebih dahulu perlu logout dari akun Google.

Silakan klik pada gambar untuk memperbesar tampilan.