Difa Kusumadewi: Rasionalisme Sains Mendorong Kebebasan dan Anti-Diskriminasi - SuaraKebebasan

Sains moderen masih sangat jarang dibincangkan oleh masyarakat Indonesia. Terutama ketika terkait dengan fakta-fakta ilmiah yang nyatanya bertentangan dengan keyakinan beberapa budaya dan agama di Indonesia. Di kalangan anak muda, walaupun sebagian besar universitas di Indonesia banyak memiliki jurusan sains, tidak berarti mereka bisa menerima sains dalam cara berpikir mereka. Sains masih dianggap hanya sebagai metode hitung-hitungan pemecahan masalah, belum sampai menjadi cara berpikir. Maka tidak mengherankan bila terdapat fakta-fakta ironis, bahwa di jurusan dan fakultas sains lah, radikalisme dan fundamentalisme agama muncul.

Di tengah “kegersangan” tersebut, masih terdapat beberapa anak muda yang peduli dan berupaya mendorong rasionalisme berpikir dan sains moderen. Difa Kusumadewi sejak menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung bersama teman-temannya mendirikan Minerva Indonesia, sebuah komunitas diskusi yang ingin mendorong rasionalisme sains moderen. Difa terpanggil untuk melawan wacana klenik, ketertutupan pikiran, dan pseudo-sains yang akan menghambat bangsa Indonesia menuju kebebasan dan kemajuan. Berikut petikan wawancara Difa bersama Managing Editor SuaraKebebasan.org, Rofi Uddarojat.

*) Simak wawancara lengkap di tautan berikut

Difa Kusumadewi: Rasionalisme Sains Mendorong Kebebasan dan Anti-Diskriminasi - SuaraKebebasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *